JAKARTA, KOMPAS.com - Nasib naas menimpa Gunawan (33), korban pembacokan brutal di sebuah indekos kawasan Jalan Tomang Utara I, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu (20/5/2026) malam.
Di tengah kondisi tubuhnya yang menderita luka parah akibat pembacokan celurit bertubi-tubi, ia terpaksa mengurungkan niat untuk menjalani operasi lantaran tak sanggup membayar biaya rumah sakit.
Gunawan akhirnya memilih pulang dan hanya menjalani rawat jalan setelah tim mendapat lebih dari 100 jahitan di bagian kepala dan tangan.
Baca juga: Pria di Tomang Jakbar Dibacok saat Tidur, Luka 100 Jahitan
"Saya rawat jalan aja, enggak berani, takut enggak sanggup bayarannya kayak gitu (dirawat inap dan operasi). Kemarin aja kalau saya dioperasi tuh sampai Rp 150 juta katanya, makanya ini cuma dijahit aja," ujar Gunawan saat ditemui di kediamannya, Kamis (21/5/2026).
Saat ditemui, kondisi Gunawan masih sangat memprihatinkan.
Ia tampak tidak mengenakan baju lantaran bagian kepala dan sebagian tubuhnya masih dibalut perban tebal untuk menutupi luka akibat senjata tajam.
Baca juga: Pria Dibacok di Tomang Jakbar, Polisi Sebut Dipicu Masalah Asmara
Saat diserang, Gunawan mengaku dibacok sebanyak sembilan kali di area kepala, tangan, dan pinggang.
Diserang saat tidurGunawan menceritakan, penyerangan itu sendiri terjadi dengan sangat cepat karena kedua pelaku tiba-tiba mendobrak pintu kamarnya dan langsung melakukan pembacokan.
"Posisi lagi tidur. Bangun tidur, dia (pelaku) tendang pintu. Dia masuk terus udah langsung bacok-bacok saya pakai celurit itu," ucapnya.
Sadar nyawanya terancam dan darah sudah mengucur deras dari kepala hingga menutupi wajahnya, Gunawan memaksakan diri untuk melawan.
Baca juga: Kronologi Pembacokan Seorang Pria di Tomang Jakbar: Kamar Didobrak, Diserang Saat Tidur
Ia pun berulang kali memberontak demi mencari celah agar bisa melarikan diri dari kepungan dua pria bercelurit tersebut.
"Saya melawan di sini, di dalam kamar. Kan dia bacok-bacok saya dalam kamar. Saya lari, saya melawan sedikit. Saya lengah, saya lari. Itu posisi sudah penuh bacokan, muka sudah penuh darah," katanya.
Beruntung, ia berhasil keluar dan akhirnya diselamatkan oleh warga sekitar.
Adapun, menurut dia, motif penyerangan ini murni didasari oleh kecemburuan dari suami mantan rekan kerjanya.
Baca juga: Pria Dibacok di Tomang Jakbar, Polisi Sebut Dipicu Masalah Asmara
"Tiga bulan yang lalu itu salah paham. Istrinya dia tuh pernah kerja di restoran yang sama bareng saya. Cuma agak dekat sama saya. Suaminya cemburu," tuturnya.





