Serang (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) untuk memberikan pelatihan kepada pengelola dapur guna menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya melihat APJI ini organisasi yang profesional. Perlu dukungan APJI untuk melatih para pelaku usaha agar mereka lebih profesional dan memahami cara menjaga mutu makanan yang baik," kata Dimyati dalam keterangan di Serang, Kamis.
Baca juga: BI: Program MBG di Banten putar ekonomi hingga Rp1 miliar per SPPG
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kualitas makanan, keamanan pangan dan standar gizi bagi masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Selain mendukung kelancaran program pemenuhan gizi, Dimyati juga mengapresiasi peran strategis sektor jasa boga dalam menyerap ratusan ribu tenaga kerja di Banten. Sektor ini dinilai mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, menarik investasi, hingga memajukan pariwisata lewat pelestarian kuliner lokal.
Merespons arahan tersebut, Ketua Umum DPP APJI Tashya Megananda Yukki mengatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten. Pihaknya siap melatih para relawan dan mitra dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui Satgas APJI.
Tashya mengungkapkan komitmen APJI dalam menjaga standar keamanan pangan juga telah mendapat kepercayaan di tingkat nasional. Saat ini, APJI bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan untuk melatih manajemen katering bagi 32 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan yang disiapkan menjadi pimpinan dapur MBG.
Baca juga: Program MBG di Banten jangkau 2,9 juta penerima manfaat
Baca juga: Pelajar Tangerang ciptakan alat deteksi gizi MBG berbasis AI
"APJI sangat fokus pada keamanan pangan. Kami berharap seluruh pengusaha jasa boga dan pelaku kuliner di Banten dapat tersertifikasi dan mendapatkan pelatihan yang memadai," tutur Tashya.
Melalui standarisasi dan pelatihan tersebut, ia meyakini makanan yang disajikan kepada masyarakat luas dapat terjamin dari segi kesehatan, rasa, pelayanan, hingga mutu pangannya.
"Saya melihat APJI ini organisasi yang profesional. Perlu dukungan APJI untuk melatih para pelaku usaha agar mereka lebih profesional dan memahami cara menjaga mutu makanan yang baik," kata Dimyati dalam keterangan di Serang, Kamis.
Baca juga: BI: Program MBG di Banten putar ekonomi hingga Rp1 miliar per SPPG
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kualitas makanan, keamanan pangan dan standar gizi bagi masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Selain mendukung kelancaran program pemenuhan gizi, Dimyati juga mengapresiasi peran strategis sektor jasa boga dalam menyerap ratusan ribu tenaga kerja di Banten. Sektor ini dinilai mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, menarik investasi, hingga memajukan pariwisata lewat pelestarian kuliner lokal.
Merespons arahan tersebut, Ketua Umum DPP APJI Tashya Megananda Yukki mengatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten. Pihaknya siap melatih para relawan dan mitra dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui Satgas APJI.
Tashya mengungkapkan komitmen APJI dalam menjaga standar keamanan pangan juga telah mendapat kepercayaan di tingkat nasional. Saat ini, APJI bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan untuk melatih manajemen katering bagi 32 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan yang disiapkan menjadi pimpinan dapur MBG.
Baca juga: Program MBG di Banten jangkau 2,9 juta penerima manfaat
Baca juga: Pelajar Tangerang ciptakan alat deteksi gizi MBG berbasis AI
"APJI sangat fokus pada keamanan pangan. Kami berharap seluruh pengusaha jasa boga dan pelaku kuliner di Banten dapat tersertifikasi dan mendapatkan pelatihan yang memadai," tutur Tashya.
Melalui standarisasi dan pelatihan tersebut, ia meyakini makanan yang disajikan kepada masyarakat luas dapat terjamin dari segi kesehatan, rasa, pelayanan, hingga mutu pangannya.





