Di Tengah Perjuangan Lolos Degradasi, Persis Solo Diterpa Isu Eksodus Pemain: Ada yang ke Persija, Persib dan Persebaya

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SOLO– Di tengah perjuangan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, badai justru datang menghampiri Persis Solo. Belum selesai menghadapi tekanan ancaman degradasi, Laskar Sambernyawa kini diterpa rumor besar yang bisa mengubah wajah tim musim depan: eksodus pemain.

Dalam beberapa pekan terakhir, media sosial dipenuhi kabar mengenai sejumlah pemain inti Persis Solo yang mulai dilirik klub-klub besar. Situasi itu memunculkan kecemasan di kalangan Pasoepati. Sebab, bukan hanya satu atau dua pemain yang dikaitkan dengan kepindahan, melainkan hampir seluruh tulang punggung tim mulai masuk radar klub lain.

Kondisi ini sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan. Dalam dunia sepak bola profesional, ancaman degradasi hampir selalu diikuti ketidakpastian masa depan pemain. Klub yang berpotensi turun kasta biasanya kesulitan mempertahankan para pemain terbaiknya. Apalagi jika kontrak mereka mendekati masa akhir.

Dan itulah yang kini terjadi di Persis Solo.

Mayoritas pemain inti Laskar Sambernyawa diketahui memiliki kontrak yang habis pada Mei hingga Juni 2026. Situasi itu membuat mereka bisa direkrut secara gratis musim depan jika tak ada kesepakatan baru. Celah tersebut langsung dimanfaatkan sejumlah klub untuk bergerak cepat.

Nama Persija Jakarta disebut menjadi tim paling agresif. Macan Kemayoran dikabarkan memasukkan beberapa pemain Persis Solo ke dalam daftar belanja mereka untuk musim depan.

Rumor itu makin panas setelah akun-akun pengamat transfer sepak bola nasional mulai membocorkan pendekatan terhadap beberapa nama muda Persis.

Salah satu pemain yang paling ramai dibicarakan ialah Zanadin Fariz. Gelandang muda berusia 21 tahun tersebut disebut menjadi incaran serius Persija Jakarta.

Zanadin memang tampil cukup menjanjikan musim ini. Di tengah performa tim yang naik turun, ia tetap mampu menunjukkan kualitas sebagai gelandang modern dengan mobilitas tinggi, distribusi bola yang rapi, dan keberanian duel di lini tengah.

Tak mengherankan bila banyak klub mulai tertarik.

Namun Persija bukan satu-satunya peminat. Persebaya Surabaya juga disebut memantau situasi Zanadin. Green Force diyakini ingin memperkuat kedalaman skuad dengan pemain muda potensial yang bisa berkembang dalam jangka panjang.

Selain Persebaya, nama Garudayaksa FC ikut muncul dalam perburuan. Klub yang baru promosi ke Super League itu tampaknya ingin membangun tim kompetitif dengan memanfaatkan pemain-pemain muda berbakat dari klub lain.

Bagi Persis Solo, kehilangan Zanadin tentu akan menjadi pukulan besar. Sebab, ia bukan hanya aset masa depan, tetapi juga simbol regenerasi tim.

Situasi serupa juga dialami Irfan Jauhari. Winger lincah tersebut kembali dikaitkan dengan Persija Jakarta, klub yang pernah dibelanya sebagai pemain pinjaman beberapa musim lalu.

Kecepatan dan kemampuan menusuk dari sisi lapangan membuat Irfan dianggap cocok dengan karakter permainan Persija. Terlebih, usianya masih berada dalam masa emas seorang pesepak bola.

Jika kontraknya benar-benar berakhir tanpa perpanjangan, maka peluang kembali ke ibu kota terbuka sangat lebar.

Tak hanya sektor tengah dan sayap, lini pertahanan terakhir Persis Solo juga mulai diganggu rumor transfer. Nama Muhammad Riyandi disebut ikut masuk radar Persija Jakarta.

Kiper berusia 26 tahun itu tampil cukup konsisten musim ini meski Persis berada dalam situasi sulit. Penampilannya beberapa kali menjadi penyelamat tim saat lini belakang Persis mendapat tekanan besar.

Dalam kondisi seperti sekarang, penjaga gawang berkualitas memang menjadi komoditas mahal di Super League. Persija diyakini melihat Riyandi sebagai opsi yang menjanjikan untuk memperkuat persaingan di posisi kiper musim depan.

Namun rumor yang paling menarik perhatian publik justru datang dari wonderkid muda Arkhan Kaka.

Penyerang muda Timnas Indonesia itu dikabarkan masuk radar klub Belgia, FCV Dender EH. Klub tersebut diketahui dimiliki pengusaha Indonesia, Sihar Sitorus, yang beberapa waktu terakhir aktif membuka peluang bagi pemain muda Indonesia untuk berkarier di Eropa.

Jika transfer itu benar-benar terjadi, maka Arkhan Kaka berpotensi mengikuti jejak beberapa pemain muda Indonesia yang mulai mencoba peruntungan di sepak bola Eropa.

Bagi Persis Solo, kepindahan Arkhan Kaka bisa menjadi kebanggaan sekaligus kehilangan besar. Di satu sisi, klub akan mendapat citra positif sebagai tempat berkembangnya talenta muda nasional. Namun di sisi lain, mereka harus rela kehilangan salah satu aset paling berharga.

Kini, masa depan Persis Solo benar-benar berada di persimpangan. Ancaman degradasi bukan hanya soal turun kasta, tetapi juga ancaman runtuhnya fondasi tim yang selama ini dibangun.

Jika gagal bertahan di Super League, maka peluang terjadinya cuci gudang besar-besaran semakin terbuka. Klub-klub besar akan datang membawa tawaran lebih menjanjikan, sementara para pemain tentu ingin tetap bermain di level tertinggi demi menjaga karier mereka.

Di tengah tekanan itu, Pasoepati hanya bisa berharap manajemen mampu bergerak cepat. Sebab, kehilangan terlalu banyak pemain inti dalam satu musim bisa membuat Persis Solo memulai semuanya dari nol.

Dan bagi sebuah klub yang sedang berjuang bertahan hidup, itu bisa menjadi awal dari krisis yang jauh lebih besar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Bawang dan Cabai di Jakarta Naik Jelang Idul Adha
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Viral! Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dipaksa Sujud dan Tangan Terikat oleh Israel
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
CBRE Gandeng Empat Standby Buyer, Rights Issue Bidik Dana Rp1,91 Triliun
• 53 menit laluidxchannel.com
thumb
Indonesia Digital Leap 2026: Pemerintah Gaspol Bangun Ekosistem AI dan Data Center Demi Ekonomi 8%
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Menhub Ungkap Detik-detik Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok di Rel
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.