Modus dugaan penipuan yang menyasar pelaku usaha persewaan alat pesta kembali diterima Radio Suara Surabaya. Kali ini, usaha persewaan kursi di Pasuruan Kota yang jadi korban dugaan order fiktif, dengan 170 unit kursi chrome dari usahanya raib dibawa kabur pelaku dan kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah.
Penipuan ini dilaporkan oleh MAB warga Pasuruan kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (21/5/2026). Ia menceritakan bahwa musibah itu menimpa bisnis persewaan milik kakaknya yang berlokasi di sekitar GOR Pasuruan.
Dari cerita MAB, awalnya pihaknya menerima pesanan sewa ratusan kursi untuk acara sosial yang rencananya digelar selama dua hari pada, Jumat-Sabtu (22-23/5/2026).
Tapi sesuai permintaan penyewa, kursi-kursi itu diminta supaya dikirim ke sebuah gedung badminton di daerah Tembok, Pasuruan Kota pada Rabu (20/5/2026) malam hari kemarin.
“Akhirnya sama kakak saya itu sekitar jam sembilan malam sudah dikirim ke lokasi yang dituju untuk acara katanya untuk acara sosial,” kata MAB saat on air di Radio Suara Surabaya, Kamis (21/5/2026) petang.
Setibanya di lokasi, pihak penjaga gedung juga mengonfirmasi kalau memang ada acara di gedung tersebut pada hari Jumat dan Sabtu. Begitu mendapat konfirmasi tersebut, ratusan kursi yang dipesan pun diturunkan.
Setelahnya, kakak MAB pun sempat menunggu pihak penyewa di lokasi kejadian, namun karena sudah larut malam dan kondisi fisik lelah, akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.
Namun, petaka terjadi keesokan harinya. Pelaku diduga memanfaatkan kelengahan pengelola gedung dengan berpura-pura menelepon dan mengklaim bahwa kursi yang dikirim tidak sesuai pesanan.
“Telpon ke pihak gedung bahwa kursinya tidak sesuai dengan spesifikasi yang diterima, yang diharapkan. Akhirnya pihak gedungnya itu memperbolehkan menukarkan tanpa sepengetahuan kakak saya. Karena orang yang penyewa ini telpon-telponan sama pihak yang menyewa kursi itu,” ungkap MAB.
Tanpa curiga, pihak gedung mengizinkan kursi-kursi tersebut diangkut keluar dari area gedung oleh pihak lain. Pihak pengelola gedung baru menyadari ada yang janggal setelah seluruh kursi selesai diangkut.
Mereka curiga karena jenis armada yang mengambil kursi sangat berbeda dengan armada yang mengantar malam sebelumnya. Pihak gedung kemudian mendatangi rumah kakak MAB untuk melakukan konfirmasi, dan saat itulah korban terkejut karena merasa tidak pernah berniat menukarkan barang.
Berdasarkan hasil pelacakan CCTV di sekitar lokasi, ratusan kursi itu diangkut menggunakan dua unit mobil pickup yang mengarah ke Gerbang Tol Kebonagung, Pasuruan. MAB menyebutkan armada tersebut menggunakan jasa aplikasi logistik online.
“Satunya Grand Mac warna putih ada ada stiker Lalamove. Nopolnya N 8029 TI. Yang satunya Suzuki Carry itu ada tulisannya Bismillah otw depannya,” rinci MAB.
Mobil pikap yang bertuliskan “Bismillah OTW” mengangkut kursi pesta milik korban di kawasan Pasuruan, Kamis (21/5/2026) pagi. Foto: MAB via WA SSPihak korban mengaku sudah langsung berkoordinasi dan mendatangi pihak kepolisian setempat untuk melaporkan kejadian penggelapan ini.
Namun, MAB mengeluhkan proses penerbitan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP/SPKT) yang terhambat karena kendala administratif yang dinilai memberatkan, yakni pihak korban wajib melampirkan nota pembelian barang yang hilang itu meski sudah lama.
“Ya, tapi ini masih belum keluar SPKnya karena belum ada nota pembeliannya itu Pak. Soalnya pihak-pihak kepolisi yang minta nota untuk pembelian… Pembelian barang, kursinya itu sedangkan kakak saya itu… Ya itu pihak-pihak kepolisiya mintanya gitu ya Pak. Saya kan waktu di TKP bilangnya kita belum bisa proses karena belum ada nota pembelian,” keluh MAB.
Akibat aksi penipuan ini, kakak MAB pun harus menanggung kerugian yang sangat besar. “Total sekitar Rp42.500.000,” kata MAB saat dikonfirmasi mengenai nilai kerugian barang yang hilang.
Hingga saat ini, menurut pengakuan MAB, nomor telepon pelaku yang digunakan untuk memesan kursi sudah tidak dapat dihubungi sejak pukul 09.00 pagi. Korban berharap masyarakat atau rekan-rekan sesama pengemudi yang melihat dua armada pickup dengan ciri-ciri tersebut dapat memberikan informasi tambahan untuk membantu proses penyelidikan. (bil/ham)




