Profesional Nahdliyin: Arahan Presiden Prabowo Mewujudkan Ekonomi Patriotik

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pidato Presiden Prabowo pada rapat Paripurna DPR, memposisikan kebijakan strategis Indonesia dalam dinamika global.

Presiden Prabowo menegaskan adanya Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF).

BACA JUGA: ASN PPPK Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Menyejahterakan Guru Indonesia

Keduanya adalah satu upaya nyata mewujudkan UUD 45 Pasal 33, menuju kemandirian ekonomi nasional serta penyelenggaraan kesejahteraan rakyat.

Meskipun menuai pro dan kontra, karena dianggap gagasan itu hanya wacana. Namun, arahan Presiden terkait ekonomi didukung penuh oleh Pengurus Pusat Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (PP P2N).

BACA JUGA: Prabowo Bongkar Nilai Penipuan Ekspor RI dalam 34 Tahun

Wakil Ketua Umum bidang Pertahanan dan Kebijakan Strategis (HanStra) Abi Rekso meyakini bahwa arahan Presiden perlu didukung serta sebagai patriotik wajib hukumnya berpartisipasi.

“Bagi kami ini adalah jalan manifestasi dari Pasal 33 UUD’ 45. Fiskal APBN untuk proteksi ekonomi rakyat, sedangkan Danantara harus agresif melakukan investasi dan intervensi global market. Negara berkepentingan melakukan proteksi industri dalam negeri, terhadap dinamika pasal global. Dalam istilah saya Ekonomi Parriotik,” papar Abi Rekso.

BACA JUGA: Dukung Arahan Presiden Prabowo, Sukarelawan: Kementerian Jangan Mempersulit Pengusaha!

Abi Rekso pun mengapresiasi positif kebijakan Menhan Sjafrie memberi penugasan khusus kepada TNI-AD untuk produksi padi dan jagung, sedangkan TNI-AL produksi kedelai.

Lebih dalam lagi, Abi Rekso menekankan bahwa Program MBG juga perlu dipimpin dari kalangan militer.

Dengan BGN dipimpin dari militer maka sinergitas kebijakan pangan akan afirmatif.

“Nah itu manifestasi Ekonomi Patriotik, keterlibatan militer menjadi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi bidang pangan. Jadi ada 3 pilar Ekonomi Patriotik; militer, masyarakat sipil dan kalangan profesional. Jika elemen ini bisa bekerja sama, Insha Allah stabilitas ekonomi terjaga,” tutup Abi Rekso, Waketum HanStra Pengurus Pusat P2N.


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warung di Satpas SIM Cengkareng Jakbar Terbakar
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Fantastis! BPA Fair 2026 Raup Hampir Rp1 Triliun dari Lelang Aset Sitaan Negara | SAPA PAGI
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Wamensos Sebut Preman hingga LC Jadi Siswa-siswi Sekolah Rakyat
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Oxford United dan Ipswich Town Terseret Kasus Mata-mata Southampton, Klub yang Diperkuat Ole Romeny dan Elkan Baggott Diintai
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Cara Bayar ETLE Lewat Handphone, Kini Bisa Online
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.