Realisasikan Perintah Prabowo Perbaiki Ribuan Puskesmas yang Rusak, Kemenkes Mulai Hitung Anggaran

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA – Kementerian Kesehatan memastikan akan segera merealisasikan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki sebanyak 10.000 unit pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di seluruh Indonesia. 

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan kalkulasi mendalam mengenai besaran anggaran yang dibutuhkan. Sebab, Kemenkes menargetkan sedikitnya sebanyak 1.000 puskesmas dapat diperbaiki setiap tahun.

Benjamin mengungkapkan bahwa usulan renovasi terhadap 10.000 puskesmas tersebut berasal dari Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, banyak puskesmas di penjuru tanah air yang sudah dalam kondisi tidak layak, sehingga sesegara mungkin perlu untuk diperbaiki.

"Pak Menkes bilang ke Pak Presiden, pak kita ada 10.000 puskesmas yang sudah lama dan rusak, boleh nggak direnovasi? Maka, Pak Presiden langsung respons minta agar segera diperbaiki," ungkap Benjamin saat ditemui di Universitas Airlangga Surabaya, Kamis (21/5/2026).

Benjamin membeberkan Kemenkes saat ini tengah memastikan dan melakukan penyesuaian postur anggaran untuk dapat melaksanakan program tersebut. Pemerintah akan memprioritaskan untuk memperbaiki puskesmas yang tergolong dalam kondisi parah dan tidak layak untuk melakukan pelayanan kesehatan. 

"Jadi kita sedang menyesuaikan anggarannya. Kita cek. Kalau boleh 'kan puskesmas kita ada 10.000. Kalau boleh setahun 1.000 [puskesmas diperbaiki], kita pun sudah senang, terutama puskesmas yang sudah sangat rusak. Itu dulu yang diperbaiki. Jadi, setiap tahun kalau boleh minimal ada 1.000-lah, kalau bisa 2.000 tambah lebih bagus lagi. 2.000 dari 10.000 itu 'kan sudah 20% itu sudah bagus sekali," paparnya.

Mengenai sumber pendanaan perbaikan puskesmas tersebut, Benjamin menjelaskan anggaran renovasi secara pasti bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), hingga kemungkinan penggunaan uang sitaan negara dari praktik tindak pidana korupsi yang masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Beberapa waktu ini banyak uang-uang yang bisa dikumpulkan untuk membantu program ini (perbaikan puskesmas). Jadi, ya itu tentu dari APBN, yang konsultasi dengan Menteri Keuangan karena beliau 'kan yang mengatur seluruh keuangan negara ini," ucapnya.

Lebih lanjut, Benjamin menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan akan senantiasa mengusulkan supaya seminimal mungkin sebanyak 1.000 puskesmas dapat direnovasi saban tahun.

"Kami dari Kemenkes akan mengusulkan kalau boleh minimal seribu puskesmas yang direnovasi karena itu yang terutama yang juga sangat rusak karena banyak puskesmas di pusat yang masih bagus-bagus," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa hasil setoran Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) senilai Rp10,27 triliun hasil denda administrasi penguasaan kembali kawasan hutan tahap VII dapat digunakan untuk merenovasi sebanyak 10.000 puskesmas. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato dalam seremonial penyerahan hasil denda administrasi penguasaan kembali kawasan hutan tahap VII oleh Satgas PKH pada Rabu (13/5/2026) di Kejagung RI.  

"Jadi, rakyat kita harus lihat. Ini loh uang hari ini Rp10 triliun," kata Prabowo. 

Prabowo pun bercerita bahwa dirinya berkeliling ke beberapa daerah terpencil dan dapat laporan dari Menteri Kesehatan RI, terdapat 10.000 puskesmas yang belum pernah diperbaiki.

"Saya bilang kau [Menteri Kesehatan] butuh uang berapa untuk perbaiki 10.000 [puskesmas]. Kira-kira satu puskesmas Rp2 miliar, jadi kita butuh kurang lebih Rp20 triliun. Saudara-saudara hari ini, artinya kita bisa selesaikan 5.000 puskesmas, Rp10 triliun," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arsenal konfirmasi akan lakukan parade juara pada 31 Mei
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Temui Kader PKK Alor, Tri Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Edukasi Pola Asuh untuk Cegah Stunting
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Pakai Alat Canggih, Biaya Layanan Jantung Naik, BPJS: Pasang ”Ring” Tak Lagi Mudah Diberikan
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Dedi Mulyadi Terkenal sampai Luar Negeri, Inka Christie Kaget Saat Umrah Nama KDM Ramai Dibicarakan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Paula Verhouven Pamer Status Baru di KTP, Ternyata Ini Alasannya
• 9 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.