Polisi Beri Peringatan Usai Kasus Model Ansy Jan De Vries Ngaku Dibegal Padahal Tak Benar

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media sosial (medsos) dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Imbauan itu disampaikan menyusul maraknya kabar viral di media sosial yang belakangan ternyata tidak sesuai fakta. Salah satunya terkait pengakuan seorang model wanita Ansy Jan De Vries yang mengaku menjadi korban pembegalan brutal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Baca Juga :
Usai Diperiksa Soal "Drama" Dibegal, Model Ansy Jan De Vries Menangis
Fakta Baru Kasus Model Ansy Jan De Vries yang dibegal! Ketua RT Bongkar Pengakuan Ibunya

Belakangan, polisi memastikan peristiwa pembegalan tersebut tidak benar alias hoaks setelah dilakukan serangkaian pendalaman dan verifikasi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin mengatakan medsos memang sangat membantu proses pengungkapan kejahatan maupun pelayanan terhadap masyarakat. Namun, penggunaan medsos yang tidak bijak justru bisa memicu keresahan publik.

“Kemudian berikutnya juga, kami sampaikan kepada rekan-rekan sekalian, di sini juga kami menghimbau kepada masyarakat. Dengan adanya media sosial yang cukup membantu bagi kami untuk melakukan pengungkapan terhadap kejahatan, begitupun juga membantu bagi masyarakat yang lain untuk segera bisa terlayani dengan baik, kami menghimbau kepada masyarakat mari kita sama-sama gunakan media sosial ini dengan baik dan bijak,” kata Iman, dikutip Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut dia, tidak sedikit informasi viral yang beredar di medsos ternyata tidak sesuai fakta setelah dilakukan pengecekan oleh kepolisian.

“Karena dari beberapa berita viral yang ada di media sosial, setelah kami konfirmasi dan kami lakukan verifikasi, ternyata informasi tersebut tidak benar, ternyata informasi tersebut hoaks,” ujarnya.

Iman menegaskan, informasi yang telanjur tersebar luas di medsos dapat memunculkan kegaduhan hingga keresahan di tengah masyarakat.

“Nah, sementara di sisi lain dengan informasi yang sudah terunggah tersebut dapat menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Karena itu, dia meminta masyarakat lebih berhati-hati sebelum mengunggah ataupun menyebarkan informasi di medsos.

“Jadi sekali lagi kami menghimbau kepada semua masyarakat atau warga Jakarta mari sama-sama gunakan media sosial ini dengan bijak sehingga tidak menimbulkan kegaduhan, tidak menimbulkan keresahan, dan dapat dipercaya memberikan informasi dengan benar sesuai dengan faktanya,” tutur dia.

Baca Juga :
Penyebar Video Teror Pocong di Tangerang Diburu, Polisi: Orang Cuma Bikin Konten Biar Rame!
Heboh Ngaku Jadi Korban Begal Brutal, Model Ansy Jan De Vries Ternyata Cuma Iseng!
RS Sumber Waras Ungkap Fakta Mengejutkan Kabar Model Ansy Jan De Vries Dibegal-Dibacok Brutal di Kebon Jeruk

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Hari Ini 21 Mei 2026 Melemah Jadi Rp17.655 per Dolar AS
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Alasan Tangan T-Rex Kecil: Jarang Dipakai, Andalkan Rahang buat Memangsa
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Profil Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, Kapolda Bengkulu Lulusan Akpol 1996
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Mahasiswa IPB University Perkenalkan Pesona 22 Budaya Nusantara di FBN XVII
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
4 Pemain Dicoret dari Timnas Voli Putri Korea Selatan, Jung Ho-young Mantan Rekan Megawati Hangestri Mundur
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.