Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah pada pagi hari ini 21 Mei 2026 bergerak melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.655 dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada pagi hari ini bergerak melemah dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.654 per dolar AS.
Menurut Analis Bank Woori Saudara Rully Nova, pelemahan rupiah dipengaruhi harga minyak yang masih tinggi.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah dengan kisaran di Rp17.690-Rp17.740 dipengaruhi oleh faktor global harga minyak yang masih di atas 100 dolar AS per barel dan index dollar yang masih kuat,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Dilansir dari Anadolu, harga Brent berjangka saat ini diperdagangkan senilai 104,5 dolar AS per barel atau turun sekitar 6,5 persen.
Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) turun 5,5 persen menjadi 98 dolar AS per barel.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump soal perang dengan Iran akan segera berakhir dan persediaan minyak AS turun paling banyak dalam sejarah pekan lalu memicu sentimen penurunan ini.
Selain itu, penurunan harga juga terjadi seiring dengan penurunan persediaan minyak mentah AS. Stok minyak mentah turun sebesar 17,8 juta barel.
Melihat sentimen domestik, kondisi fiskal pemerintah cenderung rapuh terhadap geopolitik, harga minyak, subsidi dan insentif untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Pidato presiden (Prabowo Subianto) masih harus dicermati lebih mendalam lagi dengan kondisi fiskal yang rapuh saat ini mengingat tax ratio Indonesia tidak pernah beranjak di atas 10 persen dari GDP,” terang Rully. (ant/nsi)



