Jakarta (ANTARA) - Sebuah warung di kawasan Satpas SIM Polda Metro Jaya, Cengkareng, Jakarta Barat, terbakar pada Kamis sekira pukul 22.30 WIB, hingga merembet ke pos jaga polisi.
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan air dari selokan dekat lokasi.
Pantauan di lokasi sekira pukul 23.10 WIB, kobaran yang melahap bangunan warung itu sudah berhasil dijinakkan.
Namun, api sempat merembet ke bangunan pos polisi yang berada tepat di sampingnya, sehingga pos tersebut ikut hangus terbakar.
Seorang saksi mata bernama Angga, saat ditemui lokasi, Kamis malam, menyebut, warung itu biasanya beroperasi pada siang hari dan tutup menjelang malam.
"Warungnya aktif (bukanya) hanya siang aja. Cuma kalau malam memang kosong, kan soalnya Satpas SIM enggak 24 jam,” ujar Angga.
Menurutnya, api pertama kali terlihat dari bagian atas bangunan sebelum akhirnya membesar.
"Awalnya, dari warung, kemungkinan konslet listrik dari atas, lalu merembet ke sebelah (pos polisi)," katanya.
Angga menduga kebakaran tersebut dipicu oleh korsleting listrik, lantaran sebelumnya warung itu memang memiliki masalah kelistrikan.
Namun, kata Angga, pemilik warung mengaku masalah tersebut sudah teratasi.
"Waktu itu sempat pernah ada percikan di atasnya juga. Katanya sih sudah dibenarin kata yang pemilik warungnya. Cuma kan kita enggak tahu karena enggak monitor lebih lanjut," kata dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 22.40 WIB.
"Pemadaman dimulai pukul 22.52 WIB dan api berhasil dilokalisir pada pukul 22.55 WIB dan operasi dinyatakan selesai pada pukul 23.18 WIB," kata Syaiful melalui keterangannya.
Syaiful menyebut pihaknya mengerahkan sebanyak tujuh unit mobil pemadam berkekuatan 35 personel untuk mengatasi kebakaran itu.
"Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Saat ini, kondisi di lokasi telah kembali kondusif," imbuhnya.
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan air dari selokan dekat lokasi.
Pantauan di lokasi sekira pukul 23.10 WIB, kobaran yang melahap bangunan warung itu sudah berhasil dijinakkan.
Namun, api sempat merembet ke bangunan pos polisi yang berada tepat di sampingnya, sehingga pos tersebut ikut hangus terbakar.
Seorang saksi mata bernama Angga, saat ditemui lokasi, Kamis malam, menyebut, warung itu biasanya beroperasi pada siang hari dan tutup menjelang malam.
"Warungnya aktif (bukanya) hanya siang aja. Cuma kalau malam memang kosong, kan soalnya Satpas SIM enggak 24 jam,” ujar Angga.
Menurutnya, api pertama kali terlihat dari bagian atas bangunan sebelum akhirnya membesar.
"Awalnya, dari warung, kemungkinan konslet listrik dari atas, lalu merembet ke sebelah (pos polisi)," katanya.
Angga menduga kebakaran tersebut dipicu oleh korsleting listrik, lantaran sebelumnya warung itu memang memiliki masalah kelistrikan.
Namun, kata Angga, pemilik warung mengaku masalah tersebut sudah teratasi.
"Waktu itu sempat pernah ada percikan di atasnya juga. Katanya sih sudah dibenarin kata yang pemilik warungnya. Cuma kan kita enggak tahu karena enggak monitor lebih lanjut," kata dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 22.40 WIB.
"Pemadaman dimulai pukul 22.52 WIB dan api berhasil dilokalisir pada pukul 22.55 WIB dan operasi dinyatakan selesai pada pukul 23.18 WIB," kata Syaiful melalui keterangannya.
Syaiful menyebut pihaknya mengerahkan sebanyak tujuh unit mobil pemadam berkekuatan 35 personel untuk mengatasi kebakaran itu.
"Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Saat ini, kondisi di lokasi telah kembali kondusif," imbuhnya.





