Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran berada pada fase kritis. Ketegangan kembali meningkat akibat provokasi baru dan kebuntuan diplomasi di wilayah selat. Manuver dua negara besar, Tiongkok dan Rusia, turut mengubah peta kekuatan. Ditambah lagi, penahanan armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang semakin mempertajam polarisasi antara kubu Amerika dan Iran.
Lalu, apakah manuver Tiongkok dan Rusia mampu membawa Iran dan Amerika Serikat mencapai kata sepakat? Ataukah justru akan memicu provokasi yang berimbas pada terjadinya eskalasi baru?
Baca juga: Putin Sebut Hubungan Rusia-Tiongkok Capai Tingkat Tertinggi dalam Sejarah




