30 Menit Jadi Penentu, Israel dan Amerika Bahas Masa Depan Perang Iran

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diketahui melakukan pembicaraan telepon lebih dari 30 menit pada Minggu (17/5/2026) dengan fokus utama membahas situasi perang melawan Iran.

Baca Juga: Amerika dan Sekutunya Murka ke Israel Soal Penangkapan Relawan Gaza, Sampai Sebut Jijik!

Laporan media Israel menyebut salah satu topik utama yang dibahas adalah “kemungkinan dimulainya kembali perang di Iran” di tengah rapuhnya gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April lalu.

Percakapan itu berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan usai negosiasi AS-Iran yang dimediasi Pakistan mengalami jalan buntu.

Usai pembicaraan dengan Netanyahu, Trump langsung mengeluarkan peringatan keras kepada Iran melalui akun Truth Social miliknya.

Trump menulis bahwa “waktu terus berjalan” bagi Teheran untuk menyetujui kesepakatan dengan Washington.

Selain membahas opsi perang, Trump dan Netanyahu juga disebut mendiskusikan tekanan terhadap Iran melalui jalur ekonomi dan militer.

Amerika Serikat diketahui telah memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran, termasuk kawasan strategis Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan memperketat kontrol di Selat Hormuz dan mewajibkan kapal-kapal asing meminta izin kepada Teheran sebelum melintas.

Pada Senin malam, Trump mengungkap dirinya sempat menyiapkan “serangan sangat besar” terhadap Iran sebelum akhirnya ditunda sementara.

Menurut Trump, keputusan penundaan dilakukan setelah adanya permintaan dari Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang ingin memberi ruang lebih besar bagi diplomasi.

Meski begitu, Trump tetap memerintahkan Pentagon bersiaga untuk melakukan serangan penuh sewaktu-waktu jika Iran dianggap gagal memenuhi tuntutan AS.

Baca Juga: Amerika Bisa Lancarkan Serangan Menyeluruh ke Iran, Kesabaran Trump Ada Batasnya

Sementara itu, Netanyahu terus mendorong pendekatan militer dan diyakini ingin memastikan tekanan terhadap Iran tetap berlangsung di tengah proses negosiasi yang belum membuahkan hasil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kadin Apresiasi Pidato Prabowo di DPR, Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah Bangun Ekonomi Nasional
• 21 jam laludisway.id
thumb
Pemerintah Perpanjang Skema WFH Jumat hingga 2 Bulan ke Depan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
RMK Energy (RMKE) Tebar Dividen Rp130,9 Miliar ke Pemegang Saham
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Roy cs Laporkan Rismon Dkk ke Polda Metro Jaya Terkait Pemalsuan Dokumen ISBN Buku Gibran End Game
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Hana Bank Kantongi Laba Bersih Rp 200 M pada Kuartal I 2026, Melesat 23,8 Persen
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.