JAKARTA, DISWAY.ID -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan apresiasi terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait arah kebijakan ekonomi nasional dan RAPBN 2027, Rabu, 20 Mei 2026.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai bahwa pidato Presiden yang memuat tentang pembangunan ekonomi nasional telah memberikan arahan yang jelas tentang penguatan fiskal, industrialisasi, tata kelola sumber daya alam, pemberantasan kebocoran, serta perlindungan terhadap dunia usaha.
"Pesan Presiden sangat jelas: negara harus hadir, ekonomi harus berpihak kepada rakyat, tetapi dunia usaha juga harus diberi ruang yang sehat untuk tumbuh, berinvestasi, dan menciptakan lapangan kerja," tutur Anindya kepada Disway dan media lainnya.
BACA JUGA:Pemerintah Bentuk BUMN Khusus Ekspor SDA, Prabowo Targetkan Hentikan Under Invoicing dan Transfer Pricing
Melanjutkan, Anindya juga menambahkan bahwa saat ini, dunia usaha membutuhkan kepastian hukum, perizinan yang cepat, pelayanan publik yang efisien, serta iklim investasi yang sehat.
Untuk itulah, dirinya menilai bahwa penegasan Presiden agar birokrasi tidak mengganggu dunia usaha merupakan pesan penting bagi seluruh aparatur negara.
"Ini sangat penting untuk membangun kepercayaan investor dan mendorong dunia usaha bergerak lebih cepat,” tegas Anindya.
Dalam mendukung jalannya arahan tersebut, Anindya juga menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Danantara Indonesia dalam mempercepat investasi, pembiayaan pembangunan, dan industrialisasi nasional.
Terutama dalam menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang inovatif dan berdaya saing global.
BACA JUGA:Airlangga Ungkap Alasan Devisa Hasil Ekspor Wajib Parkir di BUMN Mulai 1 Juni 2026
"Dunia usaha memiliki jaringan, pengalaman, dan kapasitas eksekusi. Jika disinergikan dengan arah kebijakan pemerintah, hasilnya akan sangat besar bagi ekonomi nasional,” ucap Anindya.
"Kami siap menjadi mitra pemerintah yang konstruktif. Kami akan mendukung kebijakan yang memperkuat ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, memperbaiki tata kelola, dan membawa Indonesia menuju negara maju," tutupnya.




