TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kabar tentang Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik.

Mulai dari hadiah Rp750 juta dari KDM untuk menemukan Aman Yani, kontroversi kompensasi PKL Cicadas, hingga penghargaan yang diraih Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Berikut rangkuman tiga berita yang sedang trending.

1. Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta demi Temukan Aman Yani

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) & Sosok Aman Yani yang disebut Ririn Rifanto sebagai dalang kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & Istimewa

Misteri keberadaan Aman Yani kembali menjadi perhatian publik setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung membantu proses pencarian sosok yang namanya disebut dalam kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.

Dalam pertemuan dengan keluarga Aman Yani, Dedi mengaku masih menyimpan banyak pertanyaan terkait hilangnya mantan pegawai perbankan tersebut sejak 2016.

Menurutnya, kehadiran Aman Yani penting untuk memperjelas berbagai fakta yang berkembang selama proses persidangan.

Karena itu, Dedi menawarkan hadiah fantastis sebesar Rp750 juta bagi siapa pun yang dapat menemukan Aman Yani dan membawanya kembali ke Indramayu.

Bahkan jika Aman Yani masih hidup dan bersedia pulang menemui keluarganya, Dedi mengaku siap memberikan dana tersebut secara langsung.

"Kalau ada yang menemukan Pak Aman Yani, saya kasih juga Rp750 juta. Silakan bawa Bapak Aman Yani balik ke Indramayu. Itu pesan saya untuk semua," katanya.

Baca selengkapnya: Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

2. PKL Cicadas Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Dedi Mulyadi Buka Suara

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Para PKL Cicadas
Sumber :
  • instagram Dedimulyadi71

Penataan kawasan trotoar di Cicadas, Kota Bandung, memunculkan protes dari sejumlah pedagang kaki lima yang terdampak pembongkaran lapak.

Sebagian pedagang menilai kompensasi yang diberikan belum memadai. Bahkan ada yang menolak bantuan Rp10 juta dan meminta nilai kompensasi jauh lebih besar.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi mengaku memahami kekecewaan para pedagang. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah harus tetap menjalankan aturan terkait fungsi fasilitas umum.

Menurutnya, trotoar diperuntukkan bagi pejalan kaki dan tidak boleh digunakan sebagai tempat berjualan secara permanen.

Meski secara regulasi pemerintah tidak memiliki kewajiban memberikan kompensasi kepada pedagang yang menempati fasilitas umum, Dedi mengatakan bantuan tetap diberikan sebagai bentuk pertimbangan kemanusiaan agar aktivitas ekonomi warga tidak langsung terhenti.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Patra Niaga Pastikan Tidak Ada Pengalihan LPG ke Minyak Tanah di Papua Barat
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
6 Makanan yang Dapat Membantu Mencegah Kanker Kolorektal
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
SAPA UMKM Diluncurkan,Wamendagri Harap Perkuat Ekosistem Usaha
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Oky Pratama Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Terkait Teror Karangan Bunga
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Modus Ajak Mancing, Pria di Sleman Gasak Motor Teman yang Dikenal di Medsos
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.