JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah lalu lalang truk kontainer dan debu yang beterbangan di Jalan Sungai Landak, Cilincing, Jakarta Utara, berdiri sebuah bangunan tua yang tersembunyi di balik deretan bangunan lain di tepi jalan.
Dari luar, tempat itu tampak seperti permukiman padat tak terawat. Namun, setelah memasuki bagian dalam, terlihat lorong panjang dengan langit-langit melengkung dan dinding bergaya kolonial yang masih tersisa.
Lantai berukuran besar di sepanjang lorong tampak mulai rusak dimakan usia. Di sejumlah sisi, cat dinding mengelupas dan memperlihatkan struktur bangunan lama.
Baca juga: Flyover Sudirman Tangerang Dibangun 2027, Arus Lalu Lintas Akan Diubah
Pintu dan jendela rumah warga berjejer di kanan-kiri lorong, menempel langsung pada struktur bangunan yang sudah berdiri sejak era kolonial.
KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Jalan masuk ke lorong cagar budaya Asrama Perikanan Veteran di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (21/5/2026)
Bangunan yang kini dikenal sebagai Asrama Perikanan Veteran dihuni sekitar 30 keluarga keturunan veteran TNI. Salah satunya adalah Sugiyo (72), warga yang telah tinggal di kompleks tersebut sejak kecil.
“Bapak saya dikirim ke sini tahun 1961,” kata Sugiyo saat ditemui Kompas.com di Asrama Perikanan Veteran, Kamis (21/5/2026).
Menurut Sugiyo, ayahnya merupakan anggota angkatan darat yang saat itu bertugas di area Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Sugiyo mengatakan, sejumlah anggota tentara dipindahkan untuk tinggal di kompleks tersebut pada awal 1960-an. Ia mengaku tidak mengetahui pasti sejarah awal bangunan tersebut.
“Peninggalan Belanda aja tahunya,” kata dia.
Meski begitu, jejak arsitektur kolonial masih terlihat di berbagai sudut bangunan.
Setelah keluar dari lorong utama, tampak area selasar dengan atap genteng tua yang ditopang besi cetak berwarna hijau. Sebagian atap sudah bolong dan lapuk, tetapi struktur besinya masih kokoh.
Baca juga: Bos Terra Drone Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan atas Kebakaran Tewaskan 22 Orang, Kenapa?
Ketua RT setempat, Linda, menyampaikan bahwa bangunan tersebut kini dihuni hingga tiga generasi keluarga veteran.
Sebagian besar penghuni tetap mempertahankan bentuk asli bangunan meski harus melakukan perbaikan secara mandiri.
“Kalau bocor ya kita perbaikan sendiri aja,” kata dia kepada Kompas.com, Kamis.