HARIAN FAJAR, JAKARTA – Veda Ega Pratama kini menjadi sorotan utama di ajang Moto3 2026. Pembalap Honda Team Asia itu menunjukkan konsistensi luar biasa yang menempatkannya di posisi kelima klasemen sementara dengan 58 poin. Bahkan mengungguli dua Rider juara seri musim ini.
Veda, pembalap muda berusia 17 tahun dari Honda Team Asia, telah menyelesaikan enam balapan musim ini dengan hanya satu kali gagal finis di Moto3 Amerika Serikat. Dalam lima balapan lainnya, ia selalu berhasil menembus posisi 10 besar, bahkan sering berada di posisi 8 besar.
“Saya sangat fokus untuk konsisten dan belajar dari setiap balapan,” kata Veda Ega Pratama saat ditemui usai sesi latihan. “Target saya adalah terus meningkatkan performa dan menjaga posisi di papan atas.”
Performa Mengesankan di Berbagai SirkuitBeberapa hasil terbaik Veda termasuk finis keempat di Sirkuit Bugatti Le Mans, peringkat keenam di Moto3 Spanyol, dan finis kelima pada seri pembuka di Thailand. Satu-satunya podium yang diraihnya adalah di Moto3 Brasil, yang menjadi bukti kemampuannya bersaing di level tertinggi.
Lebih lanjut, Veda kini unggul atas dua pembalap yang telah menjadi juara seri musim ini, yakni David Almansa dan Guido Pini. Almansa, juara Moto3 Thailand, berada di peringkat ketujuh dengan 52 poin, sementara Pini yang menang di Moto3 AS menempati posisi kedelapan dengan 46 poin.
Dominasi Maximo Quiles dan Tantangan ke DepanSatu-satunya juara seri Moto3 2026 yang berada di atas Veda adalah Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team, yang mendominasi dengan 140 poin berkat empat kemenangan dan dua kali runner-up. Hingga seri keenam, selain Quiles, tidak ada pembalap lain yang berhasil meraih lebih dari satu gelar juara seri.
“Persaingan masih panjang dan saya harus terus bekerja keras,” jelas Veda menegaskan. “Masih ada 16 seri lagi yang harus saya hadapi, jadi konsistensi akan menjadi kunci utama.”
Kendati demikian, performa Veda sejauh ini menjadi sinyal positif bagi masa depan pembalap muda Indonesia di ajang balap motor internasional.





