Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan sembilan warga negara Indonesia atau WNI yang sempat ditangkap militer Israel dalam pencegatan kapal relawan Global Sumud Flotilla, kini dalam perjalanan keluar dari wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Sugiono menyampaikan, pemerintah langsung melakukan koordinasi intensif sejak menerima laporan pencegatan armada kemanusiaan itu di perairan internasional sekitar 310 mil laut dari Gaza.
Sembilan WNI yang ditangkap di perairan internasional dekat Siprus pada 18-19 Mei, di antaranya:
1.Bambang Noroyono (Republika)
2.Thoudy Badai Rifan Billah (Republika)
3. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo TV)
4. Herman Budianto Sudarsono (GPCI - Dompet Dhuafa)
5. Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa)
6. Andi Angga Prasadewa (GPCI - Rumah Zakat)
7. Asad Aras Muhammad (GPCI - Spirit of Aqso)
8. Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171)
9. Rahendro herubowo (GPCI - iNewsTV)
Mereka tergabung dalam misi kemanusiaan yang membawa bantuan logistik dan obat-obatan menuju Gaza, Palestina.
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan Warga Negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air.,” kata Sugiono, dikutip dari kanal Youtube MoFA Indonesia pada Jumat (22/5).
Proses pemulangan para WNI dapat terlaksana berkat kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Turki yang turut memfasilitasi kepulangan mereka dari wilayah Israel.
Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Turki atas dukungan penuh dalam proses evakuasi dan pemulangan sembilan WNI tersebut menuju Istanbul sebelum melanjutkan ke Tanah Air.
Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini,” ujar Sugiono
Armada Global Sumud Flotilla disergap saat berada di perairan internasional sekitar 310 mil laut dari Gaza. Wartawan asal Indonesia yang tergabung dalam armada tersebut juga disergap Israel. Beberapa nama yang ikut dicegat adalah Bambang Noroyoni dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika.




