Harga Emas Dunia Stabil di Tengah Ketidakpastian Perang Iran

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia stabil pada Kamis (21/5/2026) setelah sempat menyentuh penurunan 1 persen di awal sesi.

Harga Emas Dunia Stabil di Tengah Ketidakpastian Perang Iran. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia stabil pada Kamis (21/5/2026) setelah sempat menyentuh penurunan 1 persen di awal sesi, seiring harga minyak yang bergejolak akibat ketidakpastian penyelesaian perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

Di sisi lain, pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi turut menopang pergerakan emas.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat usai Laporan Perjanjian Damai AS-Iran Tercapai

Harga emas spot turun tipis 0,01 persen menjadi USD4.543,42 per troy ons, setelah sebelumnya sempat turun hingga 1 persen pada sesi perdagangan.

Harga minyak bergerak volatil dalam sesi perdagangan yang bergejolak, cenderung melemah di tengah ketidakpastian prospek penyelesaian perang AS-Israel dengan Iran.

Baca Juga:
Menakar Dampak Kebijakan Ekspor Satu Pintu ke Emiten Batu Bara dan Logam

“Jadi minyak (memang) turun dan dolar yang melemah dari level tertinggi enam minggu seharusnya menjadi kabar baik bagi emas dalam jangka pendek, dan memang emas sempat menguat. Saya memperkirakan perdagangan kemungkinan akan sedikit berhati-hati pada awalnya,” kata Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, dikutip Reuters.

Logam mulia tersebut telah turun lebih dari 14 persen sejak perang dimulai pada akhir Februari, yang mengganggu lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, mendorong kenaikan harga energi serta memicu kekhawatiran inflasi.

Baca Juga:
IHSG Hari Ini Masih Rawan Terkoreksi, Cermati Analisa 4 Saham Berikut

Indeks dolar AS melemah dari kenaikan sebelumnya, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 0,2 persen, sehingga mengurangi biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Peningkatan harga minyak, yang mendorong inflasi lebih tinggi, memberikan tekanan kepada bank sentral untuk mempertahankan suku bunga atau bahkan menaikkannya. Hal ini, dengan demikian, masih menjadi hambatan bagi emas dalam jangka pendek,” tutur analis UBS, Giovanni Staunovo.

Meski kerap dipandang sebagai lindung nilai inflasi, emas cenderung tertekan dalam periode suku bunga yang tinggi.

Para trader kini memperkirakan peluang sebesar 58 persen untuk setidaknya satu kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh Federal Reserve (The Fed) AS tahun ini, dibandingkan 48 persen sehari sebelumnya, menurut CME’s FedWatch Tool.

Harga spot perak naik 0,9 persen menjadi USD76,63 per ons, platinum menguat 0,6 persen ke USD1.962, sementara palladium bertambah 1,1 persen ke USD1.384,50. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Ngaku Dibegal, Model AWS Kini Diperiksa Polisi dan Hanya Bisa Menangis
• 19 jam laludisway.id
thumb
Upaya Desa Menjaga Kearifan Lokal untuk Inspirasi Global
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Distribusi dan Logistik Jadi Faktor Penting Pertumbuhan UKM
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Persis Beri Kabar Buruk kepada Madura United: Laga Melawan Persijap Tanpa Penonton, PSM Jadi Penentu Nasib di Super League
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Cerita Pilu Relawan Flotilla Saat Ditangkap Israel: Diborgol hingga Dipukul
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.