Khamenei Tolak Uranium Iran Dibawa Keluar, Netanyahu Sebut Perang Belum Berakhir

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Pemimpin Tertinggi Iran telah mengeluarkan arahan bahwa uranium tingkat hampir-senjata nuklir milik negara itu, tidak boleh dikirim ke luar negeri. Hal ini pendirian Teheran untuk tidak memenuhi salah satu tuntutan utama AS dalam perundingan perdamaian.

Para pejabat Israel sebelumnya mengatakan, Presiden AS Donald Trump telah meyakinkan Israel bahwa persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, yang dibutuhkan untuk membuat senjata atom, akan dikirim keluar dari Iran dan setiap kesepakatan perdamaian harus mencakup klausul tentang hal ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia tidak akan menganggap perang berakhir sampai uranium yang diperkaya dikeluarkan dari Iran, Teheran mengakhiri dukungannya untuk milisi proksi, dan kemampuan rudal balistiknya dihilangkan.

Namun, dua sumber senior Iran mengatakan, para pejabat tinggi percaya bahwa pengiriman material itu ke luar negeri akan membuat negara itu lebih rentan terhadap serangan di masa depan oleh Amerika Serikat dan Israel. Khamenei memiliki keputusan akhir dalam masalah-masalah kenegaraan yang paling penting.

"Arahan Pemimpin Tertinggi, dan konsensus di dalam pemerintahan, yakni persediaan uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara itu," kata salah satu dari dua sumber Iran, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas masalah itu, dikutip dari Reuters, Jumat (22/5).

Perintah Ayatollah Mojtaba Khamenei dapat semakin membuat frustrasi Presiden AS Donald Trump dan mempersulit pembicaraan tentang mengakhiri perang AS-Israel di Iran.

“Presiden Trump telah menjelaskan garis merah Amerika Serikat dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika,” kata juru bicara Gedung Putih Olivia Wales berkomentar soal perintah pemimpin Iran itu.

Trump bersumpah pada Kamis (21/5) bahwa Amerika Serikat tidak akan mengizinkan Iran untuk memiliki persediaan uranium yang diperkaya tinggi.

"Kita akan mendapatkannya. Kita tidak membutuhkannya dan tidak menginginkannya. Kita mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya, tetapi kita tidak akan membiarkan mereka memilikinya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara Barat lainnya telah lama menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, termasuk menunjuk pada langkahnya untuk memperkaya uranium hingga 60%, jauh lebih tinggi daripada yang dibutuhkan untuk penggunaan sipil dan mendekati 90% yang dibutuhkan untuk sebuah senjata. Iran membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Dua sumber senior Iran mengatakan, ada kecurigaan mendalam di Iran bahwa jeda dalam permusuhan alias gencatan senjata merupakan tipu daya taktis oleh Washington untuk menciptakan rasa aman sebelum memperbarui serangan udara.

Negosiator perdamaian utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan pada Rabu (20/5) bahwa AS menyiapkan langkah-langkah yang jelas dan tersembunyi, untuk mempersiapkan serangan baru.

Sumber Reuters mengatakan, Iran dan AS sebenarnya mulai mempersempit beberapa kesenjangan dalam negosiasi, tetapi perpecahan yang lebih dalam tetap ada mengenai program nuklir Teheran, termasuk nasib persediaan uranium yang diperkaya dan tuntutan Teheran untuk pengakuan haknya untuk melakukan pengayaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pria Pembawa Revolver Mini Ditangkap Polisi Usai Todong Warga di Penjaringan
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Harga Bawang hingga Buncis Pasar Tradisional Tangsel Naik Jelang Idul Adha
• 35 menit lalukompas.com
thumb
Special Screening Badut Gendong di Makassar Dipenuhi Teriakan Penonton
• 21 jam laluterkini.id
thumb
Penguatan program mandiri benih untuk atasi kelangkaan benih
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Berhasil Dibebaskan, 9 WNI Rombongan GSF yang Ditahan Israel Tiba di Turki
• 10 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.