Diminati Bernardo Tavares Sejak di PSM Makassar, Mungkinkah Irfan Jaya Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan?

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Nama Irfan Jaya kembali mulai ramai diperbincangkan jelang bursa transfer musim depan. Penyerang sayap milik Bali United FC itu disebut-sebut memiliki peluang besar untuk kembali ke Persebaya Surabaya, klub yang pernah membesarkan namanya di level nasional.

Rumor itu semakin menarik karena ada satu sosok yang diyakini menjadi kunci: Bernardo Tavares.

Pelatih asal Portugal tersebut diketahui sudah lama mengagumi kualitas Irfan Jaya sejak masih menangani PSM Makassar. Kini, setelah namanya dikaitkan dengan proyek baru di Persebaya, spekulasi mengenai kemungkinan reuni bersama Irfan pun mulai menguat.

Jika transfer itu benar-benar terjadi, maka kepulangan Irfan ke Surabaya bukan sekadar transfer biasa. Ada sejarah, emosi, dan kebutuhan taktik yang saling bertemu dalam satu momentum.

Bagi Bonek, Irfan Jaya bukan nama asing.

Ia pernah menjadi simbol kebangkitan Persebaya ketika Bajul Ijo berjuang kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kecepatan, determinasi, dan keberaniannya menusuk pertahanan lawan membuat Irfan menjadi salah satu pemain paling dicintai suporter.

Bersama Persebaya, kariernya melesat cepat.

Setelah tampil luar biasa di level muda bersama PSM U-21 dengan torehan 14 gol pada ISC U-21 2016, Irfan langsung mencuri perhatian klub-klub besar. Persebaya menjadi tim yang berhasil mendapatkan tanda tangannya dan keputusan itu terbukti tepat.

Ia menjadi bagian penting saat Persebaya promosi ke Super League musim 2018. Permainannya yang agresif di sisi sayap memberi warna khas pada gaya bermain Bajul Ijo kala itu.

Kini, bertahun-tahun setelah meninggalkan Surabaya, peluang pulang kembali terbuka.

Dan performanya bersama Bali United menunjukkan bahwa kualitasnya belum habis.

Saat menghadapi PSM Makassar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Irfan kembali menunjukkan insting tajamnya. Masuk menggantikan Diego Campos yang mengalami cedera, Irfan langsung memberi dampak nyata bagi permainan Serdadu Tridatu.

Pada menit ke-78, ia sukses mencetak gol usai menerima umpan matang dari Teppei Yachida. Gol tersebut menjadi gol keempatnya musim ini sekaligus membantu Bali United meraih kemenangan penting.

Namun yang paling menarik perhatian bukan hanya gol itu.

Melainkan reaksinya setelah mencetak gol ke gawang PSM.

Irfan memilih tidak melakukan selebrasi berlebihan. Ia justru menunjukkan penghormatan kepada klub asal daerahnya sendiri.

“Saya tidak melakukan selebrasi karena saya respek dengan PSM Makassar. Saya dari Makassar dan lahir di Sulawesi,” ujarnya.

Sikap tersebut memperlihatkan karakter Irfan sebagai pemain yang tetap menghargai akar perjalanan kariernya.

Dan karakter seperti itu sering kali menjadi alasan mengapa seorang pemain selalu punya tempat spesial di hati suporter.

Jika melihat kebutuhan Persebaya saat ini, nama Irfan Jaya memang terasa cocok. Bajul Ijo membutuhkan pemain sayap berpengalaman yang mampu memberi kecepatan, kreativitas, sekaligus fleksibilitas dalam menyerang.

Meski usianya tak lagi muda, Irfan tetap memiliki kualitas yang relevan di level tertinggi. Pengalamannya bermain di berbagai klub besar dan Timnas Indonesia membuatnya punya mental bertanding yang matang.

Selain itu, chemistry emosional dengan Persebaya juga menjadi faktor penting.

Dalam sepak bola modern, transfer tidak selalu soal statistik dan angka. Ada kalanya identitas dan hubungan emosional menjadi pertimbangan besar. Irfan memahami kultur Persebaya, tekanan dari Bonek, serta atmosfer kompetitif di Surabaya.

Hal itu membuat proses adaptasinya nyaris tak membutuhkan waktu panjang.

Sementara itu, jika benar Bernardo Tavares menjadi bagian proyek Persebaya musim depan, peluang transfer ini bisa semakin realistis. Tavares dikenal menyukai pemain yang disiplin secara taktik, cepat dalam transisi menyerang, dan agresif menekan lawan.

Karakter tersebut sangat identik dengan Irfan Jaya.

Saat masih di PSM Makassar, Bernardo Tavares memang sempat dikabarkan tertarik mendatangkan Irfan. Namun situasi saat itu belum memungkinkan transfer terjadi. Kini, dengan kondisi berbeda dan kebutuhan skuad yang terus berkembang, peluang reuni kembali terbuka.

Di sisi lain, Bali United juga kemungkinan akan melakukan evaluasi besar terhadap skuad mereka musim depan. Situasi tersebut bisa membuka ruang bagi Irfan untuk mencari tantangan baru sekaligus kembali ke tempat yang pernah membesarkan namanya.

Bagi Persebaya, memulangkan Irfan bukan hanya soal nostalgia.

Ini tentang menghadirkan kembali pemain yang memahami identitas klub, memiliki kualitas teruji, dan mampu menjadi jembatan antara pengalaman dan semangat baru dalam tim.

Dan jika transfer itu benar-benar terwujud, maka Surabaya mungkin akan kembali menyambut salah satu putra terbaik yang pernah mereka banggakan di sisi sayap Bajul Ijo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
CORE: Rencana Menkeu Purbaya Tambah Layer Cukai Rokok Perlu Dikaji Matang
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Data dan Masa Depan Negara Kesejahteraan
• 23 jam laludetik.com
thumb
Toyota Belum Mau Naikkan Harga Meski Dolar AS Melambung Tinggi
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
3 Eks Pejabat Kementerian PU Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Viral Link TKW Taiwan 3 Vs 1 Diburu di TikTok dan Telegram, Honor Pemeran Perempuan Disebut Capai Rp16 Juta
• 20 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.