Dokter Oky Pratama Mengaku Lelah dan Resah Akibat Teror Karangan Bunga

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Nama dr. Oky Pratama kembali menjadi sorotan publik setelah dirinya mengungkapkan kondisi psikologis yang tengah ia alami akibat dugaan teror karangan bunga yang ditujukan kepadanya. Dalam keterangannya di Polda Metro Jaya pada Kamis (21/5/2026), dr. Oky secara terbuka menyampaikan rasa sakit hati, ketidaknyamanan, hingga ketakutan yang terus menghantuinya sejak insiden tersebut terjadi.

Bagi sebagian orang, karangan bunga mungkin hanya dianggap sebagai simbol ucapan atau bentuk ekspresi tertentu. Namun dalam kasus yang dialami dr. Oky Pratama, keberadaan karangan bunga tersebut justru menimbulkan tekanan mental yang besar. Ia merasa tindakan itu bukan lagi sekadar candaan atau aksi iseng, melainkan bentuk intimidasi yang menyerang kondisi psikologisnya secara langsung.

"Ya kalau sebagai manusia tetaplah ada namanya sakit hati. Kalau seandainya dibuat menjadi misalnya kitanya mau menyerang psikisnya kita, seperti itu," ujar dr. Oky Pratama di Polda Metro Jaya pada Kamis (21/5/2026).

Tidak hanya merasa tersakiti, dr. Oky juga mengaku mengalami rasa tidak aman yang cukup serius. Bahkan, ia menyebut dirinya kini sering merasa seperti diikuti oleh seseorang. Perasaan waswas itu muncul hampir setiap kali dirinya beraktivitas di luar rumah.

"Kalau ditanya juga apa yang saya rasakan sekarang dengan yang dugaan dari teror ini, yang saya rasakan rasa tidak nyamannya, rasa tidak aman juga, rasa kayak diikuti, rasa seperti bisa saya di tengah jalan saya bisa diapakain saya nggak tahu apa yang bisa dilakukan ke saya," katanya.

Rasa takut tersebut semakin besar karena menurut dr. Oky, bentuk teror yang diterimanya sudah mengarah pada tindakan fisik, bukan sekadar komentar atau ancaman di media sosial. Karena itulah ia merasa situasi yang dihadapinya tidak bisa dianggap remeh.

"Karena ini sudah dalam bentuk fisik kayak gitu. Jadi sampai sekarang saya merasa tidak nyaman dan aman sampai ini terkuak apa motif pelakunya melakukan ini seperti ini ke saya," tutur Oky.

Kondisi mental yang terus tertekan membuat dr. Oky kini menjadi lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bahkan untuk bepergian ke luar kota, ia mengaku selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan kuasa hukumnya demi memastikan situasi tetap aman.

"Oh iya pasti, pasti, pasti terpikir ada siapa gitu yang ngikutin. Sampai sekarang pun kalau saya mau keluar kota pun saya izin ke pengacara saya dulu. Gitu, itu bisa saya pastikan. Saya, "Bang saya mau keluar kota kayak gini aman nggak ya Bang?" Gitu saya selalu sampaikan ke pengacara saya," ujarnya.

Meski berada dalam tekanan mental yang cukup berat, dr. Oky tetap berusaha tegar menghadapi proses hukum yang berjalan. Ia mengakui bahwa situasi ini sangat melelahkan, namun dirinya memilih untuk tetap menjalani semuanya demi mengungkap kebenaran.

"Ditanyakan itu ya lelah pasti, lelah. Tapi demi mengungkap semua kebenarannya ya kita lewati saja," ungkapnya.

 

Hari itu, dr. Oky datang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan teror karangan bunga yang ia laporkan sebelumnya. Pemeriksaan tersebut berlangsung cukup panjang dengan puluhan pertanyaan dari penyidik.

Kuasa hukumnya, Ahmad Ramzy, menjelaskan bahwa kliennya mendapat sekitar 20 hingga 30 pertanyaan selama proses pemeriksaan berlangsung.

"Jadi tadi pertanyaannya sekitar 20-30 pertanyaan. Pertanyaannya hampir sama dengan pertanyaan waktu penyelidikan," ujar Ahmad Ramzy.

Sebagaimana diketahui, teror karangan bunga yang dialami dokter kecantikan Oky Pratama terjadi sejak Agustus 2025. Ia mendapat kiriman puluhan karangan bunga bernada fitnah dan pencemaran nama baik di kediaman serta tempat praktiknya.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BBM Pirolisis Plastik Kini Legal Dijual, ESDM Pangkas Izin Lewat OSS
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Update Penanganan Kebakaran Kampus Binus: Tahap Pendinginan dan Pemeriksaan
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BTS Bakal Tampil Spesial di Gelaran AMA Awards 2026
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Bos Terra Drone Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan, Begini Penjelasan Hakim
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bapak Prabowo, Guru PPPK Minta jadi PNS, Gaji Rp15 Juta
• 7 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.