Fakta Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Taksi Tak Eror, Sinyal-Komunikasi Jadi Sorotan

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Rangkaian fakta baru terus terungkap dalam kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line, KA Argo Bromo Anggrek, dan sebuah taksi listrik di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026), Kementerian Perhubungan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), hingga Korlantas Polri memaparkan kronologi, temuan awal investigasi, sampai perkembangan proses hukum kasus tersebut.

Dari paparan itu terungkap bahwa taksi listrik yang tertemper KRL 5181B Cikarang-Jakarta, sejak awal tidak mengalami gangguan sistem atau error. Polisi juga memastikan sudah menetapkan sopir taksi tersangka dalam kasus tersebut.

Baca juga: KNKT Ungkap Sederet Fakta Taksi Hijau dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Berawal dari taksi mogok di perlintasan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, kecelakaan bermula saat sebuah taksi hijau mogok di tengah perlintasan sebidang JPL 85 Bekasi Timur.

“Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85,” ujar Dudy, Kamis.

Sebelum insiden itu terjadi, KRL 5568A Jakarta-Cikarang tiba lebih awal satu menit di Stasiun Bekasi pada pukul 20.34 WIB. Kemudian, KA Sawunggalih 116B tiba pukul 20.35 WIB di stasiun yang sama dalam kondisi terlambat lima menit dari jadwal.

“KA Sawunggalih diberangkatkan pukul 20.37 dari Stasiun Bekasi dan melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39,” kata Dudy.

Situasi mulai berubah pada pukul 20.48 WIB ketika KRL 5181B Cikarang-Jakarta melintas dan tertemper taksi di perlintasan JPL 85.

Baca juga: Menhub Ungkap Detik-detik Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok di Rel

Insiden itu pun memicu kerumunan warga di sekitar lokasi.

Pada saat bersamaan, KRL 5568A Jakarta-Cikarang yang sudah terlambat delapan menit, diberangkatkan dari Stasiun Bekasi menuju Bekasi Timur pada pukul 20.45 WIB.

Kereta itu tiba di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.49 WIB dalam kondisi terlambat sembilan menit.

Menurut Dudy, KRL 5568A Jakarta-Cikarang sempat bergerak meninggalkan stasiun, tetapi kemudian berhenti karena ada kerumunan warga di jalur depan.

“Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut,” jelas dia.

Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek melintas dari Stasiun Bekasi pada pukul 20.51 WIB dengan kecepatan mencapai 108 kilometer per jam.

“Tumburan terjadi pada jam 20.52,” ucap Dudy.

Baca juga: Menhub Sebut KRL yang Ditabrak Argo Bromo di Bekasi Timur Berhenti karena Kerumunan Warga

Jeda kecelakaan hanya 3 menit 43 detik

KNKT mengungkapkan, jarak waktu antara tabrakan pertama saat KRL menabrak taksi, dengan tabrakan KA Argo Bromo Anggrek terhadap KRL hanya sekitar 3 menit 43 detik.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, waktu yang sangat singkat itu menjadi salah satu faktor penting dalam rangkaian kejadian malam itu.

“Jadi 20.52.12 terjadi tabrakan, jadi antara tabrakan KRL 5181B dengan taksi dan jeda waktu dengan KA Bromo Anggrek tabrakan dengan KRL 5568A sekitar 3 menit 43 detik,” ujar Soerjanto.

“Jadi, memang cukup singkat antara tabrakan 5181 dengan tabrakan Argo Bromo 3 menit 43 detik Pak,” lanjut dia.

Baca juga: Timeline Lengkap Detik-detik Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: 20.52 WIB Terjadi Tabrakan

KNKT mencatat, KRL 5568A Jakarta-Cikarang berangkat dari Stasiun Bekasi pukul 20.45.32 WIB.

KRL ini masuk dan berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.48.13 WIB hingga 20.48.29 WIB.

Pada waktu hampir bersamaan, tepat pukul 20.48.29 WIB, terjadi tabrakan antara KRL 5181B dengan taksi di perlintasan sebidang JPL Bekasi Timur.

Setelah proses naik turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.48.53 WIB hingga 20.48.59 WIB, KRL 5568A sempat bergerak sejauh 1,69 meter sebelum kembali berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat.

Baca juga: KNKT Ungkap Jeda Tabrakan Taksi-KRL hingga Argo Bromo di Bekasi Timur 3 Menit 43 Detik

Sementara itu, KA Argo Bromo Anggrek mulai berjalan di jalur 3 Stasiun Bekasi pada pukul 20.50.43 WIB dengan sinyal keluar beraspek hijau.

Pada pukul 20.52.12 WIB, KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang masih berada di jalur Stasiun Bekasi Timur.

Dalam rapat itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mempertanyakan mengapa sinyal untuk KA Argo Bromo Anggrek tetap hijau padahal di depan terdapat rangkaian KRL yang berhenti.

“Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau Pak ya?” tanya Lasarus.

Baca juga: Soal Operator Sinyal Hanya Minta Argo Bromo Rem-rem Sedikit, Ini Tanggapan KNKT

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Sinyalnya hijau Pak,” jawab Soerjanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gandeng GIAA hingga CMPP, BEI Dorong Awak Pesawat Investasi Saham
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Danantara Sumberdaya Indonesia Dipimpin Warga Australia, Kok Bisa?
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Penjualan Barang Sitaan Tembus Rp997 Miliar, BPA Fair Diharap Jadi Program Tahunan
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
APKI/ IDHA Kutuk Keras Militer Israel yang Sempat Culik Sukarelawan Kemanusiaan
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
9 WNI Relawan Global Sumud Dibebaskan Israel, Sedang Menuju Turki
• 23 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.