Wamendagri: Integrasi data UMKM perkuat ekosistem usaha

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi peluncuran Sistem Aplikasi Pelayanan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau SAPA UMKM sebagai langkah untuk memperkuat ekosistem usaha melalui integrasi data dan kolaborasi lintas sektor.

Bima menyoroti persoalan data UMKM yang hingga kini masih menjadi tantangan di banyak daerah. Data pelaku UMKM antarorganisasi perangkat daerah kerap berbeda sehingga menyulitkan proses pendampingan dan pengembangan usaha.

"Kalau berbicara tentang data UMKM, datanya itu beda-beda. Kadang bedanya ekstrem," kata Bima dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Hal itu disampaikan Bima saat menghadiri peluncuran SAPA UMKM dalam mendukung Program Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Kamis (21/5).

Ia menjelaskan kondisi tersebut membuat pemerintah daerah kesulitan dalam menyusun langkah pembinaan yang tepat, mulai dari pendampingan perizinan hingga perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.

Selain itu, Bima juga mengatakan karakteristik UMKM yang beragam membutuhkan pendekatan berbeda dalam proses pengembangan usaha.

"UMKM ini memang variannya beda-beda pak. Pendekatannya lain, ritmenya juga lain," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah akui data UMKM belum akurat, luncurkan SAPA UMKM

Oleh karena itu, tambah Bima, kehadiran SAPA UMKM menjadi langkah penting untuk menghadirkan basis data yang lebih terintegrasi sekaligus memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam pengembangan UMKM.

Bima juga mendorong penguatan pola kerja kolaboratif (co-creation) yang melibatkan pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan komunitas dalam merancang solusi bagi pelaku UMKM.

"Ketika ada satu platform di mana di situ bisa duduk sama-sama semua, membangun prinsip co-creation, ini juga beberapa langkah lebih maju," kata Bima.

Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan aktif pemda, khususnya dalam memperbarui dan memanfaatkan data UMKM secara berkelanjutan.

Menurut Bima, kepala daerah memiliki peran penting dalam memperbarui dan memutakhirkan data UMKM secara berkelanjutan karena menjadi pihak yang paling memahami kondisi lapangan serta kebutuhan pelaku usaha di masing-masing daerah.

Terakhir, Bima memastikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mendukung dan mengawal implementasi SAPA UMKM agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Pemda.

"Kemendagri insyaallah mengawal ini. Kita pastikan kepala daerah mendorong ini agar bisa dimanfaatkan oleh teman-teman di daerah," tuturnya.

Baca juga: BPOM data 14 juta UMKM belum terdaftar dan bantu naik kelas

Baca juga: Kementerian UMKM siapkan sistem data terpadu untuk dukung pelaku usaha


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidak ke Hotel Jemaah Haji Indonesia di Al Hidayah Makkah, Timwas DPR RI Temukan Kamar Bocor Hingga Lift Bermasalah ‎
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Eks Pejabat Kementerian PU Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pajak Ekonomi Digital Rp52,04 Triliun hingga April 2026
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Ones Pahabol Ditunjuk Jadi Simbol Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Papua Pegunungan
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Ribuan Rumah di Batam Mulai Nikmati Gas Bumi PGN
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.