BEI Minta Insentif Pajak Emiten Diperluas, Free Float 20% Juga Dapat

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong pemerintah untuk memperluas insentif pajak bagi emiten atau perusahaan terbuka yang memiliki porsi saham free float sebesar 20% hingga 30%.

Untuk diketahui, saat ini, insentif penurunan pajak hanya diberikan kepada emiten dengan free float minimal 40%.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah Kementerian Keuangan yang telah memberikan insentif penurunan pajak untuk emiten dengan free float tinggi. Namun, BEI berharap cakupan insentif dapat diperluas agar semakin banyak perusahaan terdorong meningkatkan porsi saham publiknya.


"Kita berterima kasih kepada Kementerian Keuangan ada insentif penurunan pajak kalau free float-nya 40%. Nah tadi kami sampaikan bagaimana yang 30%, bagaimana yang 25%, bagaimana yang 20%, sehingga meningkatkan attractiveness-nya," ujar Nyoman di Gedung BEI, usai lawatan Danantara bersama Anggota DPR, dikutip Jumat, (22/4/2026).

Baca: Tanpa Sokongan MSCI & FTSE, Saham Prajogo Tumbang Berjamaah di 2026

Ia menambahkan apabila insentif 3% dinilai terlalu besar untuk emiten dengan free float di bawah 40%, maka pemerintah dapat memberikan insentif lebih kecil di kisaran 1,5% hingga 2%.

"Paling tidak ini menunjukkan willingness dari kita semua karena tidak hanya bursa saja tentu ada institusi yang memberikan kontribusi atas ketentuan atau peraturan," pungkasnya.

Selain insentif pajak, BEI juga berharap perusahaan milik negara atau BUMN semakin aktif masuk ke pasar modal melalui pencatatan saham di bursa.

Menurut Nyoman, sejumlah bursa saham besar dan likuid di dunia umumnya ditopang oleh kontribusi perusahaan-perusahaan negara dari sisi supply maupun investor institusi dari sisi demand.

"Tadi kami kedatangan Danantara, kami juga menyampaikan harapan agar dari state owned enterprise juga masuk ke capital market. Karena kita sadar bahwa di beberapa stock exchange yang besar dan liquid memang disupport oleh kontribusi supply side dari BUMN, dan demand side dari institutional investor yang kategorinya bagian dari BUMN," katanya.

Ia menilai kombinasi antara peningkatan jumlah perusahaan tercatat, dukungan investor institusi, serta insentif fiskal menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tarik pasar modal domestik.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: IHSG Ambruk 2% ke 6.100 hingga Ada BUMN Khusus Ekspor Sawit Cs

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemlu Dalami Dugaan Penyiksaan terhadap WNI yang Ditahan Militer Israel
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
ASEAN-Korsel Luncurkan Proyek Tekan Emisi Gas Metana di Indonesia
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Kemlu RI Kawal Ketat Proses Pemulangan 9 WNI yang Ditangkap Zionis Israel
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Pelapor Kasus Sengketa Tanah Jadi Tersangka dan Jatuh Sakit, Cuma Bisa Pasrah dan Ingin Damai
• 19 jam laludisway.id
thumb
KA Jaka Tingkir dan KA Serayu Anjlok di Pasar Senen, KAI Beri Penjelasan
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.