Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan (Jaksel) telah memeriksa sebanyak 18.575 ekor hewan kurban selama sepekan menjelang Idul Adha.
"Pemeriksaan kita lakukan di 10 kecamatan se-Jakarta Selatan dengan mengerahkan puluhan petugas di setiap satuan pelaksananya," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Selatan Irawati Harry Artharini saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan pemeriksaan hewan kurban itu dilakukan untuk menjamin kesehatan serta kualitas dan kelayakan hewan kurban yang akan disembelih.
Pemeriksaan itu, kata dia, meliputi kelayakan syarat syariat dan kesehatan fisik guna memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular atau zoonosis serta menghasilkan daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen resmi yang menyatakan hewan tersebut berasal dari daerah bebas penyakit dan layak diperjualbelikan.
"Kami periksa Sertifikat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan sertifikat veterinernya," ujar Irawati.
Baca juga: Sudin KPKP Jaksel gencarkan pemeriksaan hewan kurban jelang Idul Adha
Dia menyebutkan sebanyak 18.575 ekor hewan kurban yang telah diperiksa itu berasal dari 201 tempat penampungan hewan kurban, dengan rincian 6.455 ekor sapi, 10.219 ekor kambing, 1.824 ekor domba dan 77 ekor kerbau.
Dalam pemeriksaan itu, pihaknya menemukan enam ekor hewan kurban sakit pada bagian kaki, paha dan lato-lato atau yang biasa dikenal sebagai Lumpy Skin Disease (LSD).
"Kami terus melakukan pemeriksaan rutin terhadap hewan kurban yang diperjualbelikan hingga mendekati Idul Adha," tutur Irawati.
Dia menambahkan pihaknya juga memberikan tips atau kiat memilih hewan kurban yang baik, sesuai dengan syarat sahnya.
Salah satunya, yaitu pembeli harus melihat gigi hewan tersebut dan memastikannya sudah kupak atau belum. Selain itu, pembeli juga wajib mengecek kondisi fisik hewan kurban dan memastikannya dapat berdiri tegap dan tidak ada cacat.
"Kami menyarankan agar pembeli memastikan terlebih dahulu apakah ada gejala klinis atau tidak," ungkap Irawati.
Baca juga: Dharma Jaya siapkan 2.078 sapi kurban dan juleha bersertifikat
Baca juga: Pemprov DKI sebut antraks jadi ancaman utama hewan kurban
"Pemeriksaan kita lakukan di 10 kecamatan se-Jakarta Selatan dengan mengerahkan puluhan petugas di setiap satuan pelaksananya," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Selatan Irawati Harry Artharini saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan pemeriksaan hewan kurban itu dilakukan untuk menjamin kesehatan serta kualitas dan kelayakan hewan kurban yang akan disembelih.
Pemeriksaan itu, kata dia, meliputi kelayakan syarat syariat dan kesehatan fisik guna memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular atau zoonosis serta menghasilkan daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen resmi yang menyatakan hewan tersebut berasal dari daerah bebas penyakit dan layak diperjualbelikan.
"Kami periksa Sertifikat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan sertifikat veterinernya," ujar Irawati.
Baca juga: Sudin KPKP Jaksel gencarkan pemeriksaan hewan kurban jelang Idul Adha
Dia menyebutkan sebanyak 18.575 ekor hewan kurban yang telah diperiksa itu berasal dari 201 tempat penampungan hewan kurban, dengan rincian 6.455 ekor sapi, 10.219 ekor kambing, 1.824 ekor domba dan 77 ekor kerbau.
Dalam pemeriksaan itu, pihaknya menemukan enam ekor hewan kurban sakit pada bagian kaki, paha dan lato-lato atau yang biasa dikenal sebagai Lumpy Skin Disease (LSD).
"Kami terus melakukan pemeriksaan rutin terhadap hewan kurban yang diperjualbelikan hingga mendekati Idul Adha," tutur Irawati.
Dia menambahkan pihaknya juga memberikan tips atau kiat memilih hewan kurban yang baik, sesuai dengan syarat sahnya.
Salah satunya, yaitu pembeli harus melihat gigi hewan tersebut dan memastikannya sudah kupak atau belum. Selain itu, pembeli juga wajib mengecek kondisi fisik hewan kurban dan memastikannya dapat berdiri tegap dan tidak ada cacat.
"Kami menyarankan agar pembeli memastikan terlebih dahulu apakah ada gejala klinis atau tidak," ungkap Irawati.
Baca juga: Dharma Jaya siapkan 2.078 sapi kurban dan juleha bersertifikat
Baca juga: Pemprov DKI sebut antraks jadi ancaman utama hewan kurban




