Badai Pasir Melanda Banyak Wilayah Xinjiang, Tiongkok,  Langit Gelap Gulita, Pemandangannya Mencekam

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Banyak daerah di Xinjiang dihantam badai pasir pada Rabu (20/5/2026). Debu kuning beterbangan di mana-mana, jarak pandang sangat rendah, dan pemandangannya tampak sangat mengejutkan sekaligus menyeramkan.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi Xinjiang, sejak siang 19 Mei hingga malam 20 Mei, sebagian besar wilayah Xinjiang Utara, serta wilayah Kashgar, Kizilsu, Hotan, Aksu, bagian utara Prefektur Bayingolin, Turpan, dan Hami mengalami angin barat laut dengan hembusan sekitar level 8. Di daerah celah angin, kekuatan angin mencapai level 11 hingga 12, sementara di beberapa kawasan tertentu hembusan angin bahkan mencapai level 13 hingga 14.

Akibat pengaruh udara dingin dan angin kencang, diperkirakan pada 20 Mei wilayah timur dan selatan Xinjiang, barat laut Qinghai, bagian barat Mongolia Dalam, barat Gansu, dan barat Ningxia akan mengalami cuaca berdebu atau debu melayang. Beberapa daerah di timur Xinjiang dan barat Mongolia Dalam diperkirakan mengalami badai pasir.

Dari 19 hingga 20 Mei, sebagian besar Xinjiang Utara, bagian barat Xinjiang Selatan, Prefektur Bayingolin, dan Xinjiang Timur mengalami cuaca berangin kencang. Di beberapa wilayah Xinjiang Utara terjadi badai pasir singkat, sementara Cekungan Xinjiang Selatan dan Xinjiang Timur mengalami debu beterbangan atau badai pasir.

Badan Meteorologi Prefektur Otonomi Mongol Bayingolin pada pukul 21:34 tanggal 20 Mei meningkatkan peringatan badai pasir dari level kuning menjadi oranye. Diperkirakan dalam 12 jam ke depan, sebagian wilayah Korla, Yuli, dan Luntai akan mengalami badai pasir kuat dengan jarak pandang kurang dari 500 meter, bahkan di beberapa lokasi kurang dari 50 meter.

Banyak video yang diunggah warganet menunjukkan angin bertiup sangat kencang dengan debu kuning memenuhi udara. Dalam beberapa rekaman, jalanan hampir tidak terlihat sama sekali sehingga sangat berbahaya bagi pengendara.

Seorang netizen berkata: “Siapa yang bisa tahan dengan kondisi seperti ini? Seluruh dunia jadi kuning… keluar rumah rasanya seperti makan pasir. Teman-teman di Korla, kalian baik-baik saja?”

Komentar lain mengatakan: “Saya warga setempat yang lewat. Memang badai pasirnya sangat besar. Bahkan di dalam rumah pun penuh pasir. Inilah ‘produk khas’ Xinjiang: badai pasir dengan langit penuh debu kuning.”

“Saya mengalaminya di Hami, meski tidak separah ini. Saya terjebak di area istirahat jalan tol selama enam jam.”

“Kalau datang ke Turpan tapi tidak ‘makan dua kilo pasir’, berarti belum benar-benar pernah ke Turpan.”

“Hari-hari makan debu memang tidak mudah.”

“Badai pasir pertama tahun ini di Golmud akhirnya kami alami.”

“Pada 20 Mei di Aksu masih langit biru cerah dan penuh awan putih. Dalam semalam badai pasir datang. Saat bangun pagi tanggal 21 Mei, saya melihat pemandangan yang sudah akrab dan mencium bau debu yang familiar.”

“Badai pasir hari ini agak menakutkan.”

“Anginnya benar-benar sangat kencang hari ini, dan langit benar-benar kuning.”

“Cuaca ekstrem terlalu sering terjadi, rasanya tidak normal.”

Sekitar 20 Mei pukul 19:00, wilayah Xitai Sebei di Dachaidan, Prefektur Haixi, Qinghai, juga mengalami badai pasir.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung tetapkan satu tersangka kasus dugaan tambang bauksit ilegal
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
BBM Baru B50 Beredar di Juli 2026, RI Siap Setop Impor Solar
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Nadiem Makarim Minta Maaf, Franka: Kerja Saja Tidak Cukup | ROSI
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
KA Argo Bromo Mulai Ngerem 1,3 Km Sebelum Tabrak KRL, Tak Langsung Maksimal
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Nova Arianto Bicara Peta Persaingan dan Target Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2026
• 18 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.