REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA— Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, resmi menandatangani surat permohonan kesediaan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026.
Surat bernomor 029/PPAU/V/1/2026 tertanggal 21 Mei 2026 itu ditujukan kepada Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU di Jakarta. Dalam surat tersebut, pihak pesantren menyatakan siap menyukseskan pelaksanaan muktamar apabila dipercaya menjadi tuan rumah.
Baca Juga
Media Israel Ungkap Mengapa Komandan Tertinggi Al-Qassam Berjuluk Sang Hantu Bisa Terbunuh
Siapa Komandan Al-Qassam yang Syahid, Berjuluk 'Hantu' dan Kepalanya Dibandrol Israel Rp 12 M?
BREAKING NEWS: Komandan Senior Al-Qassam Syahid, Diburu 3 Jet Tempur dan Kepalanya Dihargai Rp 12 M
Dalam surat yang telah ditandatangani langsung oleh KH Asep Saifuddin Chalim itu, disebutkan bahwa kompleks Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memiliki berbagai fasilitas penunjang yang dinilai representatif untuk menggelar hajatan besar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
“Dengan ini kami berharap untuk diberikan kesempatan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU dan kami menyatakan bersedia dan siap untuk mensukseskan terselenggaranya Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Amanatul Ummah,” demikian kutipan isi surat tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
KH Asep menjelaskan, kesiapan Amanatul Ummah tidak hanya dari sisi lokasi, tetapi juga infrastruktur dan daya tampung peserta. Kompleks induk pesantren disebut memiliki Masjid Raya Abdul Chalim tiga lantai, student center berkapasitas sekitar 4.000 peserta, guest house, klinik tiga lantai, hingga area parkir luas.
Selain itu, fasilitas penunjang lain juga tersedia di kompleks MBI Amanatul Ummah, MTs dan MA Hikmatul Amanah, hingga Universitas KH Abdul Chalim.
Total terdapat puluhan gedung bertingkat, masjid, wisma, apartemen universitas, serta gedung entrepreneurship yang disiapkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan muktamar.
Di akhir suratnya, KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan harapan agar permohonan tersebut mendapat perhatian dari panitia pusat.