Serangan Drone Pemberontak di Sudan Selatan Hancurkan Pasokan Medis

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Khartoum: Sedikitnya enam orang mengalami luka-luka dan sejumlah gudang medis hancur akibat serangan drone yang diluncurkan oleh kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) bersama sekutunya, Sudan People's Liberation Movement-North (SPLM-N).

Otoritas medis lokal melaporkan bahwa serangan tersebut membidik kota Dilling di negara bagian Kordofan Selatan, Sudan.

Jaringan Dokter Sudan dalam pernyataan resminya mengonfirmasi bahwa serangan udara tersebut dilancarkan pada Rabu malam. Pihak asosiasi menambahkan bahwa dampak dari gempuran itu telah mengakibatkan kehancuran total pada gudang-gudang pasokan medis di kota tersebut.

Kehancuran tersebut memicu kerugian besar akibat musnahnya obat-obatan serta peralatan medis yang sedianya dialokasikan untuk perawatan warga sipil dan pasien. Jaringan Dokter Sudan menilai tindakan pemboman ini sebagai bentuk pelanggaran yang disengaja terhadap institusi kesehatan dan pelayanan publik di kota Dilling.

Asosiasi medis tersebut menegaskan bahwa penargetan fasilitas kesehatan dan depot pasokan medis merupakan sebuah kejahatan murni. Tindakan tersebut juga dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional yang melarang keras penargetan institusi pelayanan sipil.

Pihak asosiasi mengingatkan bahwa penghancuran pasokan medis secara sengaja ini akan memperburuk kondisi kemanusiaan dan kesehatan masyarakat di Dilling serta wilayah sekitarnya. Insiden ini secara langsung merenggut hak dasar ribuan pasien untuk mendapatkan pengobatan dan layanan kesehatan yang layak.

Jaringan medis tersebut mengatakan pihak RSF dan SPLM-N bertanggung jawab penuh atas pelanggaran berulang terhadap warga sipil dan infrastruktur kesehatan ini. Merespons situasi tersebut, Jaringan Dokter Sudan mendesak komunitas internasional, badan-badan PBB, serta organisasi hak asasi manusia untuk segera mengambil tindakan nyata.

Mereka menuntut kecaman atas kejahatan ini, perlindungan bagi fasilitas dan personel medis, serta peluncuran investigasi independen untuk menyeret semua pihak yang terlibat dalam penargetan institusi sipil ke pengadilan. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau tanggapan dari pihak RSF maupun SPLM-N terkait tudingan tersebut.

Wilayah Kordofan Selatan bersama dengan Kordofan Utara dan Barat terus dilanda pertempuran sengit sejak 25 Oktober lalu antara tentara pemerintah Sudan, RSF, dan SPLM-N. Eskalasi bersenjata di wilayah-wilayah tersebut telah memaksa puluhan ribu warga mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Sudan sendiri tengah berada dalam salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia sejak perang saudara pecah pada April 2023 akibat perselisihan mengenai integrasi kekuatan paramiliter ke dalam struktur militer reguler. Konflik berkepanjangan ini telah memicu bencana kelaparan ekstrem, menewaskan puluhan ribu jiwa, dan menyebabkan jutaan orang telantar sebagai pengungsi.

(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Musyrif Dini Ingatkan Jemaah Perempuan Pahami Cara Bersuci saat Haji
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Peringatan 28 Tahun Reformasi di Jaktim Bersama Aktivis Mendadak Dibatalkan
• 18 jam laluokezone.com
thumb
7 Tips Menyimpan Daging Kurban di Kulkas, Lebih Awet Tidak Cepat Busuk
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Malaysia Masters 2026: Remaja 19 Tahun Asal China Jegal Langkah Jonatan Christie ke Semifinal
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Putin Terbang ke Beijing Usai Trump, Tapi Hasil Pertemuannya Justru Bikin Kremlin Gelisah
• 8 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.