Musyrif Dini Ingatkan Jemaah Perempuan Pahami Cara Bersuci saat Haji

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKKAH — Musyrif Dini Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Liliek Nur Chalid, mengingatkan jemaah perempuan untuk memahami tata cara bersuci atau istinja selama menjalankan ibadah haji. Kesalahan dalam menjaga kesucian dinilai dapat memengaruhi keabsahan ibadah, terutama saat salat dan tawaf.

Liliek mengatakan persoalan bersuci masih menjadi hal yang kerap disepelekan oleh sebagian jemaah perempuan. Padahal, kesucian diri menjadi syarat utama sebelum melaksanakan ibadah wajib seperti tawaf dan salat di Tanah Suci.

“Ini banyak sekali yang kemudian lengah. Sesuatu yang membatalkan adalah sesuatu yang keluar dari jalan dua, depan dan belakang,” kata Liliek di Kantor Daerah Kerja Makkah, dikutip pada Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, jemaah perempuan harus memastikan kondisi benar-benar suci sebelum melaksanakan ibadah. Salah satunya dengan membersihkan organ vital secara sempurna menggunakan air atau tisu basah.

Liliek menjelaskan, proses istinja harus dilakukan secara menyeluruh, khususnya bagi perempuan yang sedang mengalami haid atau keputihan.

“Ini penting, karena kalau itu belum bersih dan suci, tidak bisa melakukan salat,” ujarnya.

Baca Juga

  • Menhaj Gus Irfan Fokuskan Persiapan Puncak Haji, Soroti Pergerakan Jemaah dan Konsumsi
  • Menkeu Purbaya Batal Haji, Mengaku Sedih
  • Kronologi Jemaah Haji Indonesia Hilang di Makkah dan Proses Pencarian Muhammad Firdaus Ahlan

Dia menuturkan, najis yang masih menempel dapat membatalkan salat maupun ibadah lain yang mensyaratkan kesucian. Karena itu, jemaah diminta tidak terburu-buru dan memastikan proses bersuci dilakukan secara sempurna.

Selain itu, Liliek juga menjelaskan bahwa perempuan yang sedang haid tetap diperbolehkan menjalankan umrah wajib, kecuali melakukan salat dan tawaf sebelum benar-benar suci.

Dalam kondisi tertentu, seperti kesulitan mendapatkan air saat fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah juga diperbolehkan melakukan tayamum.

“Nah, bagaimana kalau di sana tidak ada air? Itu namanya dimakfuh, tayamum,” katanya.

Liliek mengingatkan jemaah perempuan untuk memperbanyak istighfar dan salawat selama menjalankan ibadah haji, terutama ketika sedang berhalangan menjalankan salat akibat haid.

PPIH Arab Saudi sebelumnya juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik dan memahami fikih ibadah sejak dini menjelang fase Armuzna yang diperkirakan menjadi periode paling padat dalam penyelenggaraan haji 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi: KNKT Ungkap Keberangkatan KA Tak Sesuai Jadwal
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Kompak Turun Hari Ini, Simak Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Situs Web Jadi Sarang Pembajakan Digital, Skema Licik Pelaku Dibongkar Komdigi
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Arah Kebijakan Hulu Migas Dinilai Belum Jawab Tantangan Produksi
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
VinFast VF MPV 7 Rakitan Lokal Didiskon Rp16 Juta
• 6 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.