Emiten sektor teknologi PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) berencana melakukan pemecahan nilai saham atau stock split dengan rasio 1:25. Perseroan milik Lippo Group itu akan meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 5 Juni 2026.
Manajemen menyebut aksi korporasi ini bertujuan meningkatkan likuiditas perdagangan saham sekaligus membuat harga saham MLPT lebih terjangkau bagi investor ritel. Dengan harga saham yang lebih rendah, perseroan berharap jumlah pemegang saham dapat meningkat dan minat investor baru semakin besar.
Lewat stock split, nilai nominal saham perseroan akan berubah dari Rp 100 per saham menjadi Rp 4 per saham. Sementara jumlah saham beredar meningkat menjadi 46,87 miliar saham dari sebelumnya 1,87 miliar saham.
Perseroan menilai langkah ini dapat memberikan sejumlah manfaat, di antaranya membantu pengendalian volatilitas harga saham, meningkatkan likuiditas perdagangan, memperluas akses investor ritel, hingga memperkuat daya saing perseroan di pasar modal.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5), saham MLPT diperdagangkan di level Rp 18.950 per saham. Sejak awal tahun atau year to date (ytd), harga saham MLPT anjlok 69,63% dari posisi tertinggi tahun ini di level Rp 67.300 per saham.
Dalam satu tahun terakhir, saham MLPT sempat mencatat tinggi hingga menyentuh Rp 225.700 per saham sebelum akhirnya mengalami koreksi tajam.
Manajemen menyatakan pelaksanaan stock split tidak akan mengubah hak maupun nilai kepemilikan para pemegang saham. Jumlah saham dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai rasio pemecahan saham, sehingga tetap mencerminkan nilai ekonomi yang setara dengan kondisi sebelum stock split dilakukan.
Berikut daftar rencana pelaksanaan stock split dan RUPSLB MLPT:
- Persetujuan prinsip dari BEI: 11 Mei 2026
- Pemberitahuan kepada OJK mengenai rencana pelaksanaan RUPS (dengan melampirkan persetujuan prinsip BEI): 12 Mei 2026
- Pengumuman RUPS dan keterbukaan informasi sehubungan dengan rencana pemecahan saham: 21 Mei 2026
- Tanggal daftar pemegang saham yang berhak untuk hadir dalam RUPS (Recording Date): 4 Juni 2026
- Pemanggilan RUPS: 5 Juni 2026
- RUPS: 29 Juni 2026
- Pengajuan permohonan pencatatan saham tambahan hasil pelaksanaan Stock Split ke BEI: 7 Juli 2026
- Keterbukaan informasi sehubungan dengan pelaksanaan stock split: 14 Juli 2026
- Akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 28 Juli 2026
- Mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 29 Juli 2026




