JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi akan memperpanjang jalur LRT Jakarta dari Velodrome-Manggarai hingga ke Dukuh Atas.
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) menyatakan, pembangunan LRT Jakarta dari Manggarai hingga Dukuh Atas sebagai bagian dari penguatan titik temu transportasi di pusat kota yang saling terhubung dan terintegrasi antar kawasan.
BACA JUGA:Universitas Esa Unggul-Thunderbird School of Global Management Luncurkan Entrepreneurship Bootcamp
Jakpro selaku pengelola LRT Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap arah strategis pengembangan transportasi publik terintegrasi yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang modern, terkoneksi, dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin mengatakan Pengembangan LRT Jakarta tidak sekadar membangun jalur transportasi baru, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan ekosistem mobilitas perkotaan masa depan Jakarta.
Menurutnya, master plan LRT Jakarta disusun dengan pendekatan integrasi terhadap berbagai moda transportasi publik utama Jakarta seperti MRT Jakarta, Transjakarta, KRL Commuter Line, hingga Kereta Bandara.
BACA JUGA:Pramono Resmikan 2 Embung di Srengseng Sawah dan Lenteng Agung, Kendalikan Banjir di Jagakarsa
Koridor Manggarai dan Dukuh Atas menjadi simpul utama dalam pengembangan tersebut karena memiliki peran strategis sebagai titik temu mobilitas masyarakat Jakarta dan kawasan aglomerasi Jabodetabek.
Konsep utama dari master plan ini adalah membangun integrasi transportasi dan kawasan melalui pendekatan Transit Oriented Development (TOD).
"Karena itu, rute LRT Jakarta diarahkan menuju simpul-simpul strategis seperti Manggarai dan Dukuh Atas agar masyarakat dapat berpindah moda transportasi secara cepat dan nyaman,” sambung Iwan dalam keterangannya pada Jumat, 22 Mei 2026.
Jakpro menilai penguatan konektivitas transportasi publik akan menjadi fondasi penting bagi mobilitas perkotaan yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan di Jakarta.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, pengembangan jaringan LRT Jakarta juga diyakini akan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi kota. Kehadiran stasiun-stasiun LRT diproyeksikan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan aktivitas masyarakat dan pengembangan kawasan berbasis transit atau TOD.
“Setiap titik stasiun akan menciptakan bangkitan ekonomi baru. Aktivitas masyarakat yang semakin tinggi akan membuka peluang usaha, menggerakkan ekonomi lokal, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga di sekitar koridor transportasi,” kata Iwan.
Jakpro juga optimistis penguatan transportasi publik akan mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal, sehingga berkontribusi terhadap pengurangan kemacetan dan emisi karbon menuju target Jakarta Net Zero Emission.
Saat ini, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai terus menunjukkan progres positif dan ditargetkan segera beroperasi guna mendukung mobilitas masyarakat Jakarta yang lebih efisien dan terintegrasi.
- 1
- 2
- »





