Bisnis.com, JAKARTA — PT Mandiri Utama Finance (MUF) menilai pembiayaan kendaraan roda empat alias mobil masih memiliki prospek positif, di tengah tantangan daya beli dan kondisi ekonomi.
Direktur Mandiri Utama Finance Dapot Parasian S. Sinaga mengatakan hal itu didorong oleh kebutuhan mobilitas masyarakat dan penguatan layanan digital untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan baru maupun bekas secara bertahap.
“Ke depan, MUF tetap fokus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat melalui inovasi layanan dan kualitas pembiayaan yang baik,” sebutnya kepada Bisnis, dikutip pada Jumat (22/5/2026).
Untuk terus mendongkrak pembiayaan mobil baru dan bekas, MUF konsisten menjalankan strategi pertumbuhan melalui penguatan kerja sama dengan dealer dan showroom, pengembangan kanal digital untuk mempercepat proses pembiayaan, serta penawaran program yang kompetitif dan sesuai kebutuhan debitur.
“Di saat yang sama, MUF juga menjaga kualitas pembiayaan melalui prinsip prudent financing dan pendekatan customer centric,” ucap Dapot.
Adapun pada April 2026, total booking MUF meningkat sekitar 10% dengan komposisi pembiayaan kendaraan roda empat masih menjadi kontributor utama portofolio, dengan dominasi mobil baru 80% dan mobil bekas 20%. Sebab itu, MUF melihat prospek kedua segmen itu akan tetap stabil di tengah beragam kebutuhan konsumen.
Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per Maret 2026, penyaluran mobil baru terkontraksi 3,17% (year on year/YoY) menjadi Rp146,56 triliun. Sementara itu, penyaluran mobil bekas turun 7,67% YoY menjadi Rp86,73 triliun.
“Faktor utama yang memengaruhi kondisi ini dipengaruhi oleh tekanan daya beli, sikap konsumen yang lebih selektif, serta perlambatan pasar otomotif nasional,” jelas Dapot.
Adapun, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman mengatakan meski pembiayaan mobil baru dan bekas terkontraksi, pembiayaan kendaraan roda empat baru masih mendominasi dengan porsi 26,95% dari total outstanding industri multifinance.
Oleh karena itu, Agusman mengatakan hingga semester I/2026 pihaknya memperkirakan pembiayaan otomotif akan tetap menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan industri multifinance.
“Hal ini seiring dengan kebutuhan pembiayaan kendaraan masyarakat serta peran strategis sektor ini dalam mendukung aktivitas ekonomi,” ucapnya.





