Harimau yang Lahir di Lembah Hijau Diberi Nama "Muli Sikop" dan "Puspa", Apa Maknanya?

kompas.id
13 jam lalu
Cover Berita

Dua bayi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang lahir di Lembaga Konservasi Taman Satwa Lembah Hijau, Kota Bandar Lampung, Lampung, pada 14 Februari 2026 diberi nama “Muli Sikop” dan ”Puspa”. Anak harimau yang lahir dari pasangan induk korban jerat itu membawa harapan baru bagi upaya konservasi satwa dilindungi secara eksitu. Lantas apa makna di balik nama kedua harimau tersebut?

Prosesi pemberian nama anak harimau digelar di Lembaga Konservasi Lembah Hijau, Bandar Lampung, pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Selain itu, hadir pula Komisaris Lembaga Konservasi Lembah Hijau M Irwan Nasution beserta puluhan undangan dari berbagai instansi.

Dua anak harimau betina itu lahir dari pasangan induk Sinta dan Kyai Batua. Keduanya merupakan harimau korban jerat pemburu liar yang dievakuasi ke lembaga konservasi tersebut. Sinta merupakan harimau yang dievakuasi dari wilayah Bengkulu pada Desember 2024. Dia kehilangan separuh kaki kanan bagian belakang akibat terkena jerat.

Satu tahun dirawat di Lembah Hijau, kondisi Sinta membaik. Ia pun dikawinkan dengan harimau jantan yang bernama Kyai Batua. Senasib dengan Sinta, Kyai Batua juga mengalami cacat permanen akibat terkena jerat pemburu di hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Kabupaten Lampung Barat, Juli 2019. Harimau itu mengalami luka serius pada kaki kanan bagian depan sehingga harus diamputasi.

Dirjen KSDAE Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko mengapresiasi keberhasilan upaya konservasi harimau oleh Lembaga Konservasi Lembah Hijau. Dia menyebut, keberhasilan konservasi itu memberi harapan bagi upaya pelestarian harimau yang termasuk dalam daftar satwa terancam punah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Satyawan turut memberikan nama dan menandatangi sertifikat nama. Seeekor anak harimau yang mempunyai warna kulit lebih gelap dengan nama “Muli Sikop”. Nama tersebut dialambil dari bahasa Lampung.  

“Muli sikop itu artinya gadis Lampung yang cantik. Jadi, harapannya harimau ini menjadi satwa yang cantik dan bisa berkembang biak lagi, bisa mendukung pelestarian harimau yang ada di alam. Kalau anaknya banyak ada sebagian yang bisa dikembalikan ke alam,” kata Satyawan saat diwawancarai di Bandar Lampung.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendapat kesempatan untuk memberikan nama seekor anak harimau betina lainnya. Anak harimau yang mempunyai warna kulit lebih cerah diberikan nama “Puspa”.

Mirza mengaku, nama “Puspa” diberikan setelah dia berdiskusi dengan sang istri. Nama “Puspa” diambil dalam bahasa Jawa yang mempunyai makna bunga yang cantik. Dia berharap, kedua harimau itu bisa tumbuh sehat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim paramedis Lembah Hijau, saat ini, kedua harimau itu dalam kondisi sehat. Perbedaan kedua harimau itu dapat dilihat dari warna kulit yang berbeda.  

Harimau “Muli Sikop” mempunyai warna kulit lebih gelap dan bobot 13 kilogram. Adapun panjang harimau itu dari kepala hingga ekor mencapai 93 sentimeter dan tinggi 32 sentimeter.

Sementara warna kulit harimau “Puspa” lebih cerah dan ukuran bobot tubuhnya mungil, yakni 8,7 kilogram. Harimau itu mempunyai panjang dari kepala hingga ekor 104 meter dan tinggi 31 sentimeter.

Baca JugaDua Anak Harimau Lahir dari Induk Korban Jerat, Harapan Baru Konservasi Eksitu di Lembah Hijau
Ancaman

Terkait populasi harimau Sumatera, Satyawan mengungkapkan, saat ini populasi harimau yang tersisa di alam diperkirakan berjumlah sekitar 600 ekor. Harimau tersebut tersebar di hutan-hutan wilayah Sumatera dari Aceh hingga Lampung.

Dia menyebut, upaya konservasi satwa liat itu masih menghadapi berbagai ancaman, antara lain masih maraknya perburuan liar, fragmentasi habitat dan alih fungsi kawasan hutan, hingga memicu semakin banyaknya interaksi negatif harimau dengan manusia.

Kementerian Kehutanan terus mendata populasi harimau Sumatera dengan memasang kamera trap di sejumlah lokasi yang menjadi habitat harimau. “Hasilnya masih akan kami didiskusikan lagi, belum terkumpul semua karena memerlukan waktu yang cukup lama. Tapi di beberapa tempat, seperti di Taman Nasional Way Kambas, baru saja terlihat ada tiga ekor anak harimau di alam,” katanya.

Dia mengatakan, harimau Sinta dan Kyai Batua akan tetap menjalani konservasi di LK Lembah Hijau. Kondisi kaki kedua harimau yang mengalami cacat permanen membuat satwa itu tidak memungkinkan lagi untuk dilepasliarkan di alam. Kemampuan berburu kedua harimau itu sudah menurun sehingga dikhawatirkan tidak bisa lagi “survive” di alam. “Jadi lebih baik dikembangbiakkan di LK sehingga tetap ada manfaatnya bagi konservasi harimau,” ujarnya.  

Satyawan berharap, pemerintah Provinsi Lampung bisa memberikan dukungan bagi upaya konservasi harimau dengan meningkatkan kesadaran agar masyarakat tidak memasang jerat di dalam hutan. Selama ini, pihaknya juga terus mengampanyekan koservasi harimau.

Sementara itu, Komisaris Lembaga Konservasi Lembah Hijau M Irwan Nasution mengatakan, kelahiran anak harimau ini menjadi bukti bahwa kondisi induk yang cacat permanen tidak mengganggu upaya pengembangbiakan secara eksitu. Kelahiran anak harimau secara eksitu ini juga menjadi pertama kali di Lampung.

”Kehadiran kedua anak harimau tersebut memiliki makna istimewa karena lahir dari pasangan induk yang sama-sama penyintas jerat dan mengalami cacat permanen. Kelahiran anak harimau ini juga menjadi penyemangat bagi semua pihak untuk terus memperkuat upaya konservasi satwa yang terancam punah,” kata Irwan. 

Saat ini, tim medis Lembah Hijau terus memantau perkembangan dua ekor anak harimau beserta induknya. Harimau tersebut ditempatkan dalam kandang khusus serta diberikan vaksin untuk mencegah paparan virus. Aktivitas harimau juga diawasi selama 24 jam lewat kamera pemantau.

 Selain itu, interaksi harimau dengan manusia di kandangnya juga dibatasi secara ketat, hanya dengan paramedis dan keeper yang bisa masuk. Pihaknya juga menyediakan kandang terbuka agar anak harimau itu bisa berjemur dan mendapat cahaya matahari setiap pagi. Saat ini, anak harimau sudah mulai berjemur di kandang terbuka selama dua jam, mulai dari pukul 08.00 – 10.00 WIB untuk menjaga kesehatannya.

Kelahiran anak harimau itu menambah jumlah populasi harimau yang dirawat di Lembah Hijau. Saat ini, ada tiga harimau dewasa yang dirawat di sana. Selain Kyai Batua dan Sinta, ada juga satu ekor harimau betina bernama Putri Sentani. Putri Sentani dievakuasi dari TNBBS akibat berkonflik dengan manusia.

Irwan juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kerja sama pemerintah dalam pelaksanaan program konservasi satwa secara eksitu di Lembah Hijau. Keberhasilan upaya konservasi ini terwujud atas kerja sama berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, dan Balai TNBBS.

“Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kolaborasi tim penyelamat satwa, dokter hewan, paramedis, dan semua pihak yang terlibat dalam perawatan hingga kelahiran kedua anak harimau sumatera tersebut,” ujar Irwan.

Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus menjalankan program konservasi secara lebih optimal serta mendukung upaya pemerintah dalam pelestarian satwa dan cadangan genetik nasional. Sarana dan prasarana pendukung telah disiapkan, termasuk kandang yang dirancang menyerupai habitat aslinya, agar setiap individu harimau sumatera dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Baca JugaNasib Harimau Sumatera: Lahir di Penangkaran, Mati di Habitatnya

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Putri Ahmad Bahar Mengaku Disuruh Lepas Hijab hingga Ditodong Pistol oleh Hercules: Ngapain Ancam-ancam Saya?
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
John Herdman lebih pilih nonton Persija
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Menlu Sugiono Akui 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel Dapat Perlakuan Tak Manusiawi dan Merendahkan Martabat
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Lawan Balik Eks ART, Erin Wartia Siap Gandeng Komnas Perempuan & Tantang RDP di DPR
• 12 jam lalucumicumi.com
thumb
Listrik Padam Massal di Sejumlah Provinsi Sumatera, PLN Terjunkan Tim Cek Jaringan
• 4 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.