Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi buka suara terkait sinyal hijau yang diterima KA Argo Bromo Anggrek sebelum terjadinya kecelakaan dengan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur.
Ia mengatakan pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses pendalaman terkait hal itu kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Dudy menyampaikan investigasi terkait insiden tersebut masih berjalan, termasuk pendalaman soal pemberian sinyal hijau sebelum kecelakaan terjadi.
“Masih berlangsung, masih berlangsung. Karena ada beberapa hal juga yang masih didalami,” ujarnya kepada wartawan di PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (22/5).
Ia mengatakan dirinya belum dapat berkomentar lebih jauh soal dugaan adanya kesalahan operator dalam pemberian informasi sinyal. Menurut dia, hal tersebut masih menjadi bagian dari proses investigasi KNKT.
“Itu kita serahkan kepada KNKT untuk hasil dan investigasinya,” ujarnya.
Dudy juga menjelaskan bahwa proses penyidikan KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung.
“Kemudian karena ada korban jiwa kepolisian juga sudah melakukan penyidikan, itu kami juga serahkan ke kepolisian,” tutupnya
Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di perlintasan sebidang Bekasi Timur sebelumnya menyorot sistem persinyalan kereta. Sinyal hijau yang diterima kereta sebelum insiden menjadi salah satu aspek yang kini tengah didalami KNKT bersama pihak terkait.





