Yogyakarta, CNBC Indonesia - Jogja Financial Festival 2026 menjadi ajang kolaborasi regulator, industri keuangan, akademisi dan masyarakat untuk membangun budaya keuangan baru, yang melek digital dan matang secara finansial.
Festival tersebut resmi dibuka hari ini, Jumat (22/5) oleh Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, (LPS), Anggito Abimanyu. Pun mendapat apresiasi sangat positif dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hamengku Buwono X. Selain itu, kehadiran Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Chairman CT Corp, Chairul Tanjung turut meningkatkan antusiasme masyarakat Yogyakarta.
"Festival ini bukan sekadar pameran, pameran 20 lembaga keuangan dan juga bukan forum seminar dengan 25 pembicara ahli. Ini adalah ruang kolaborasi antara regulator, industri, daerah, kampus, media, komunitas kreatif dan generasi muda untuk membangun budaya keuangan Indonesia baru," ujar Anggito dalam sambutan pembuka Jogja Financial Festival di JEC, Jumat (22/5/2026).
Anggito menekankan saat ini ada fenomena yang mengkhawatirkan, di mana anak-anak muda mudah membuka akun investasi tapi belum mampu menyusun perencanaan keuangan. Masyarakat semakin aktif bertransaksi digital tetapi banyak rekening yang masih pasif.
"Pinjaman online ilegal tumbuh cepat. Judi digital menyusup melalui platform teknologi. Kejahatan keuangan menjamur. Investasi semu terus memanfaatkan rendahnya pemahaman Masyarakat," sambungnya.
Anggito mengeaskan, mengapa Financial Festival 2026 di Yogyakarta menjadi begitu penting. Dirinya menyebut, ini bukan sekadar festival tentang ekonomi, investasi dan literasi keuangan. Ini adalah pertemuan gagasan, keberanian dan harapan bagi generasi muda Indonesia.
"Jogja Financial Festival menjadi tempat anak-anak muda belajar bahwa mengolah masa depan bukan hanya soal mencari manfaat finansial tetapi tentang membangun ketahanan, menguasai teknologi, memitigasi risiko, menjaga martabat dan menciptakan peluang," tandasnya.
Setali tiga uang, di hadapan peserta Jogja Financial Festival, Hamengku Buwono X menekankan pentingnya mawas diri, bukan hanya terpaku pada akses keuangan.
"Kita perlu Mulat Sarira atau mawas diri terhadap makna kemakmuran itu sendiri. Uang tentu penting, sistem keuangan tentu penting juga, tetapi uang tidak boleh naik tahta menjadi tujuan akhir dari seluruh ikhtiar kita. Ia harus tetap menjadi sarana untuk memuliakan kehidupan kita," tegasnya.
Selain mendapat petuah-petuah penting, Jogja Financial Festival 2026 juga menjadi tempat bagi masyarakat yang hendak memperoleh ilmu mengelola keuangan, juga mencari hiburan. Karena di hari pertama, festival ini menghadirkan berbagai pakar dalam rangkaian sesi business talk, seperti Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (ADK IAKD) OJK, Adi Budiarso, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria.
Sementara di rangkaian sesi educational class, hadir narasumber yang tidak kalah mentereng seperti SR Advisor Fraud Banking Investigation PT Bank Central Asia Tbk (BCA) & Ketua Komite Kerja Siber Fraud, Wani Sabu. Lalu ada Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Irene Umar dan Komposer, Produser, & Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto. Hadir juga Stock Enthusiast, Michael Yeoh.
Para peserta juga akan dihibur oleh dendangan lagu dari Ari Lasso dan Happy Asmara. Tidak ketinggalan juga ada penampilan langsung para komedian Lapor Pak.
Ada juga kegiatan Career CT Corp, di mana tersedia lowongan kerja bagi tamatan SMA, D3 hingga S1 tanpa batasan umur.
Rektor Universitas Gadjah Mada, Profesor Ova Emilia mengapresiasi perhelatan Jogja Financial Festival 2026.
"Pertama, saya atas nama UGM menyampaikan apresiasi kepada inisiator acara yang luar biasa ini, khususnya di sini LPS dan seluruh mitra dalam hal ini utamanya adalah bapak Chairul Tanjung dari CT Corp yang telah menghadirkan Jogja Financial Festival 2026 di Jogja," katanya.
(rah/rah) Add as a preferred
source on Google




