Trump dan Netanyahu Dikabarkan Bersitegang soal Iran

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan terlibat percakapan tegang terkait langkah lanjutan dalam perang melawan Iran.

Menurut laporan CNN yang mengutip seorang pejabat AS, perbincangan yang berlangsung selama sekitar satu jam itu memperlihatkan perbedaan tajam antara Washington dan Tel Aviv.

Ketegangan muncul setelah Trump menghentikan rencana serangan terhadap Iran atas permintaan sejumlah negara Arab di kawasan Teluk.

Menurut pejabat AS tersebut, Netanyahu menyampaikan kekecewaannya dan menilai penundaan serangan merupakan sebuah kesalahan.

Ia disebut mendesak Trump agar tetap melanjutkan operasi militer seperti yang direncanakan sebelumnya. Seorang sumber Israel mengatakan kepada CNN bahwa terdapat keinginan kuat di kalangan elit pemerintahan Israel untuk kembali melancarkan aksi militer terhadap Iran.

Namun Trump disebut masih ingin melihat peluang tercapainya kesepakatan diplomatik. Diplomasi AS-Iran Masih Berjalan Di tengah ketegangan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengonfirmasi bahwa Teheran dan Washington masih terus bertukar pesan melalui mediasi Pakistan.

"Kami telah menerima pandangan dari pihak Amerika dan saat ini sedang meninjaunya," ujar Baghaei, dikutip dari Press TV, Jumat, 22 Mei 2026.

Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dijadwalkan mengunjungi Teheran sebagai bagian dari upaya mediasi yang sedang berlangsung.

Pakistan sebelumnya memainkan peran penting dalam mendorong solusi diplomatik, termasuk menjadi tuan rumah pembicaraan antara Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada April lalu.

Dorongan diplomatik itu muncul setelah Departemen Luar Negeri AS pada akhir April mengakui bahwa Washington terlibat dalam konflik tersebut atas permintaan Israel.

Pernyataan itu dinilai bertentangan dengan klaim Trump sebelumnya yang menyebut Israel tidak terlibat dalam keputusannya memulai perang. Tekanan Politik terhadap Trump Menguat Keterlibatan AS dalam perang disebut diatur setelah pertemuan Trump, Netanyahu, dan sejumlah pejabat di Situation Room Gedung Putih pada 11 Februari.

Laporan tersebut menyebut tekanan langsung Netanyahu menjadi faktor yang mendorong AS masuk ke dalam konflik, meski sejumlah komandan militer AS disebut menilai sebagian rencana Israel "tidak masuk akal."

Perang yang dimulai pada 28 Februari itu disebut telah menelan biaya lebih dari USD87 miliar bagi pembayar pajak Amerika Serikat.

Konflik tersebut juga memicu penolakan politik terhadap slogan MAGA milik Trump di tengah meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kebijakan presiden AS tersebut.

Meski demikian, Trump pada Rabu menegaskan dirinya tetap memegang kendali.

"Dia akan melakukan apa pun yang saya inginkan," tegas Trump mengenai Netanyahu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aktivis Global Sumud Flotilla tiba di Istanbul usai ditahan Israel
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Video: Indeks Aktivitas Manufaktur AS Naik ke Level 55,3
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gunung Dukono di Maluku Utara Erupsi
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Cara Aktifkan Verifikasi 2 Langkah Akun e-Visa, Ini Langkah-langkahnya
• 22 jam laludetik.com
thumb
Kembar Jepara Siap Juara Lagi sebelum Lulus dari MilkLife Soccer Challenge
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.