Masih ingat dengan si kembar Rara Zenita Fatin dan Rere Zenita Farza di MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus?
Mereka kini sedang beraksi di MLSC Seri 2 2025/26 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Keduanya mengusung misi khusus untuk mempertahankan status juara yang diemban pada edisi sebelumnya.
Ajang MLSC Seri 2 2025/26 digelar mulai Rabu (20/5) untuk babak kualifikasi. Sedangkan pada Kamis hingga Minggu (21-24/5) para peserta memulai babak utama 64 besar di U-10 dan 64 besar di U-12.
Sebanyak 1.391 peserta dari 89 Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar saling beradu untuk menjadi yang terbaik. Pada babak 64 besar, MLSC digelar di dua lapangan, yakni lapangan Rendeng dan Supersoccer Arena (SSA) di Kabupaten Kudus.
Sang kakak, Rara yang berposisi sebagai striker, bertekad ingin membantu timnya SDUT Bumi Kartini Jepara meraih juara lagi di edisi kali ini. Terlebih, MLSC Seri 2 2025/26 ini merupakan yang terakhir baginya.
"Ingin meraih juara lagi karena MLSC ini yang terakhir bagi saya. Tahun depan sudah tidak bisa ikut lagi karena terkait umur," katanya kepada kumparanBOLANITA, Kamis (21/5).
Bahkan, ia memiliki target menjadi top scorer. Di edisi MLSC seri sebelumnya, Rara meraih gelar top scorer dengan torehan 43 gol. Pada edisi kali ini, pemilik nomor punggung 10 itu berkeinginan untuk menyabet lebih banyak gol.
"Kalau bisa lebih dari 43 gol, ya 50 gol inginnya. Semoga bisa tercapai," terangnya.
Sejauh ini perempuan kelahiran Jepara, 30 Oktober 2013 itu mengaku belum mengalami kesulitan berarti. Ia menjalani setiap laga dengan enjoy tanpa beban.
"Setiap pertandingan selalu sulit. Tetapi dibawa have fun saja. Semoga bisa meraih hasil maksimal dan ke depan ingin bisa bermain untuk timnas," imbuhnya.
Sementara itu, si adik yang berposisi sebagai winger, Rere Zenita Farza, memiliki keinginan yang sama untuk membawa timnya, SDUT Bumi Kartini Jepara meraih juara di MLSC Seri 2 2025/26. Ia berupaya untuk memberikan yang terbaik.
"Targetnya ingin meraih juara. Semoga bisa tercapai," ujarnya.
Sama seperti sang kakak, pemilik nomor punggung tujuh itu menjalani setiap laga dengan enjoy, sehingga mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"Saya have fun aja menjalani setiap laga. Semoga bisa memberikan hasil terbaik dan suatu saat nanti bisa masuk timnas," imbuhnya.
Sementara itu, Pelatih SDUT Bumi Kartini Jepara, Noor Hadi mengatakan, kedua anak asuhnya itu memiliki potensi mengolah si kulit bundar. Sebagai pelatih ia berharap Rara dan Rere bisa terus berkembang.
"Potensi keduanya bagus. Semoga bisa terus berkembang dan memperkuat timnas," katanya kepada kumparan, Kamis (21/5).
Noor Hadi mengaku tak memasang target di ajang ini. Namun, dirinya berharap anak asuhnya bisa mempertahankan gelar juara tahun lalu.
"Kami tahun lalu kan juara bertahan. Kalau bisa yang dipertahankan lagi di tahun ini," pungkasnya.





