Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) meresmikan inovasi layanan Omah Terapi Klien dan Umum (KU) yang dipusatkan di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (UPT PPSAB) Sidoarjo.
Layanan Omah Terapi-KU ini merupakan upaya pemerintah melayani anak-anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang serta penyakit bagi orang dewasa dengan akses layanan terapi yang inklusif dan terjangkau.
Khofifah menjelaskan layanan ini dirancang khusus untuk para penerima manfaat di lingkungan UPT Dinas Sosial Provinsi Jatim sekaligus bagi masyarakat umum.
Layanan ini memprioritaskan keluarga yang masuk dalam desil satu hingga 5 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Ini adalah wujud keadilan sosial dan keberpihakan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, penyandang disabilitas, lansia, maupun masyarakat yang membutuhkan layanan terapi dan rehabilitasi secara berkelanjutan,” ujar Khofifah, Jumat (22/5/2026).
Pelayanan yang komprehensif dengan berbagai jenis layanan, mulai dari fisioterapi, terapi okupasi, terapi sensorik integrasi bagi anak autis, hingga terapi wicara.
Menurutnya, program ini selaras dengan salah satu misi Nawa Bhakti Satya, yakni Jatim Sejahtera, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat melalui layanan sosial yang adaptif dan berkelanjutan.
“Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesejahteraan sosial di Jawa Timur,” kata Khofifah.
Saat ini layanan Omah Terapi-KU siap dilaksanakan di tiga lokasi, yakni UPT PPSAB Sidoarjo untuk anak berkebutuhan khusus, Balai Pelayanan Rehabilitasi Sosial PMKS Sidoarjo bagi orang dewasa, khususnya penyandang gangguan jiwa dan penderita stroke.
Kemudian UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang untuk layanan fisioterapi olahraga bagi penyandang disabilitas sensorik netra.
Sejauh di UPT PSAB Sidoarjo total sudah melayani 50 bayi dan anak dengan masalah tumbuh kembangan. Rinciannya mulai usia 0 – 2 tahun sebanyak 34 orang (6 dalam proses adopsi), usia 5 tahun ke atas 2 anak, disabilitas 6 bulan sampai dengan 13 tahun sebanyak 14 anak.
Khofifah berharap inovasi omah terapi ini dapat berkembang menjadi pusat layanan terapi dan rehabilitasi sosial yang unggul dalam penyembuhan secara fisik maupun mental.
“Jadikan tempat ini sebagai rumah pemulihan yang tidak hanya membantu proses penyembuhan secara fisik, tetapi juga menguatkan mental dan membangun rasa percaya diri sehingga menumbuhkan harapan baru bagi para penerima manfaat beserta keluarganya,” tandasnya.(wld/bil/ipg)




