Anggota DPR Dorong Program HAM di Banten Lebih Nyata & Sentuh Masyarakat

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea menekankan pentingnya implementasi program hak asasi manusia (HAM) yang lebih nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat di Provinsi Banten. Marinus menilai isu HAM tidak boleh hanya berhenti pada pelaporan administratif, melainkan harus menjadi program yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam pertemuan bersama Kantor Wilayah Kementerian HAM Provinsi Banten, Ia menegaskan persoalan HAM merupakan bagian dari agenda prioritas nasional yang perlu dijalankan secara serius. Marinus mengingatkan pentingnya implementasi yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.

"Masalah HAM ini adalah bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo. Karena itu, implementasinya harus nyata dan dirasakan masyarakat, bukan hanya menjadi laporan formal," ujar Marinus, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Ia juga menyoroti program sosialisasi terhadap 65 pelaku UMKM yang dipaparkan Kanwil KemenHAM Banten. Menurutnya, efektivitas program tersebut perlu ditinjau kembali mengingat Banten dikenal sebagai wilayah industri dengan dinamika ketenagakerjaan yang cukup kompleks.

Baca juga: DPR Desak Imigrasi Bali Perkuat Pengawasan di Tengah Ramainya Turis Asing

Marinus menilai isu perlindungan buruh dan hak pekerja seharusnya mendapat perhatian lebih besar dalam penguatan HAM di daerah.

"Banten ini daerah industri. Banyak persoalan buruh dan hak-hak pekerja yang harus menjadi perhatian. Jadi, program sosialisasi kepada UMKM perlu dilihat kembali sejauh mana dampaknya terhadap penguatan HAM di daerah," katanya.

Selain itu, Marinus mendorong agar Kanwil HAM dilibatkan sejak tahap penyusunan visi dan misi calon kepala daerah sehingga kebijakan yang lahir nantinya lebih selaras dengan nilai-nilai HAM.

"Ke depan harus dipikirkan mekanisme agar Kanwil HAM dapat dilibatkan sejak proses penyusunan visi-misi calon kepala daerah. Dengan begitu, ketika terpilih nanti, program kerja mereka sudah sejalan dengan nilai-nilai HAM," tegasnya.

Baca juga: Ganggu Hak Sipil, Anggota MPR Tak Setuju Aktivis HAM Perlu Izin Negara




(anl/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringatan Reformasi 1998 di Jakarta Timur Dibatalkan Sepihak? Ini Reaksi Aktivis dan Mahasiswa
• 5 jam laludisway.id
thumb
Bersama ITN Malang, Warga Binaan Lapas Perempuan Sulap Mug Jadi Karya Estetik
• 18 jam laluberitajatim.com
thumb
BO PT QSS Jadi Tersangka Korupsi IUP di Kalbar, Ini Perannya
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
GPCI Sebut Seluruh Delegasi Global Sumud Flotilla Telah Bebas
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta, Moeldoko Usulkan Ojol Jadi Prioritas
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.