SMA MDC Surabaya Gelar Festival untuk Lestarikan dan Tanamkan Cinta Budaya Lokal

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

SMA Kristen Masa Depan Cerah (MDC) Surabaya menggelar Festival Budaya di lingkungan SMA MDC Surabaya pada, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah menanamkan kecintaan terhadap budaya Jawa Timur (Jatim) kepada para pelajarnya.

Caesar Riza Rahardian selaku guru budaya sekaligus sie acara Festival Budaya SMA Kristen MDC mengatakan, festival ini diselenggarakan agar para murid dapat lebih mengapresiasi budaya di sekitar mereka sendiri yaitu di Jatim.

“Kami adakan (festival budaya) agar para murid siswa-siswi disini jadi memahami dan dapat mengapresiasi budaya-budaya tempat mereka sendiri di Jawa Timur sini.” jelasnya.

Berbagai unsur budaya daerah ditampilkan dalam kegiatan ini, mulai dari dekorasi, pakaian adat, hingga pertunjukan seni yang mencerminkan kekayaan budaya Jatim, diantaranya adalah kota Surabaya, Sidoarjo, Banyuwangi, Kediri, Ponorogo hingga Madura.

“Bisa dilihat di booth-boothnya disini tema-nya kita per kota, ada Surabaya, Sidoarjo, Banyuwangi, Ponorogo, Kediri, sama Madura.” ungkapnya.

Booth yang mengusung tema budaya Ponorogo pada Festival Budaya SMA Kristen MDC, Surabaya, Jumat (22/5/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Ia mengatakan festival tersebut telah dipersiapkan sejak Januari 2026 lalu dan memasuki tahap persiapan intensif dalam dua minggu terakhir menjelang pelaksanaan.

“Kalau persiapannya sendiri sudah sejak Januari lalu, tetapi mulai intensif dua Minggu terakhir ini.” katanya.

Ia juga menambahkan antusiasme siswa terlihat tinggi selama proses persiapan berlangsung. Para murid bahkan rela berada di sekolah hingga pukul 8 malam untuk mempersiapkan booth serta penampilan terbaik mereka dalam festival tersebut.

“Ini murid-murid ya cukup antusias, mereka sampai rela pulang malam jam 8an untuk mempersiapkan properti, booth-nya sama penampilannya.” tambahnya.

Ardian berharap kegiatan Festival Budaya serupa dapat terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mempertahankan budaya-budaya Jawa Timur di tengah perkembangan zaman.

“Yang saya harapkan dari kegiatan ini, mereka (para murid) dapat mengapresiasi, mempertahankan budaya mereka sendiri di Jawa Timur sini, pas lulus juga mereka dapat ‘bekal’ dan paham budaya di sekitaran mereka.” jelasnya.

Selain itu, ia juga berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan serupa agar budaya daerah semakin dikenal luas di berbagai kalangan maupun sekolah-sekolah lain di Surabaya.

“Tidak hanya di MDC ya, saya harapkan pemerintah juga dapat membantu anak-anak, sekolah-sekolah itu jadi dapat menghargai, mengapresiasi dan membudayakan budaya-budaya yang ada di Surabaya, Indonesia ini.” tuturnya. (rzl/bil/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPOM Temukan 22 Obat Bahan Alam Berbahaya, Mayoritas Produk Obat Kuat
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Ketua Komisi VIII Soroti Kesiapan Armuzna dan Mekanisme Dam Jelang Puncak Haji
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Tiga Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank Minta Dibebaskan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Ada Longsoran Batu, Akses Jalan KM 16 Trenggalek-Ponorogo Ditutup
• 8 jam laludetik.com
thumb
Kehebatan Bojan Hodak Bersama Persib Bandung: Menghadirkan Kejayaan!
• 7 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.