Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan pengeboran sumur eksplorasi dan pengembangan atau eksploitasi masing-masing 100 sumur pada tahun 2026.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, mengatakan target produksi minyak mentah pada tahun 2026 sebesar 610.000 barel per hari (bopd), naik 5.000 bopd dari target tahun lalu.
"SKK Migas bersama para kontraktor menyusun program kerja dan anggaran (WP&B) pada Oktober, November, Desember 2025 untuk menyelesaikan program kerja dan anggaran untuk tahun 2026, dan target pemerintah memberi kita 610.000 barel minyak per hari," jelasnya saat IPA Convex ke-50, Jumat (22/5).
Pada tahun 2025, SKK Migas dan 157 kontraktor menyelesaikan 832 pengeboran sumur pengembangan dan 39 sumur eksplorasi. Target produksi tahun juga didukung oleh dua proyek raksasa Terubuk-Forel dengan produksi 20.000 bopd dan Banyu Urip infill Clastic dengan produksi 30.000 bopd.
Rikky menuturkan, SKK Migas kemudian menambah target pengeboran untuk tahun ini mencakup 100 sumur eksplorasi, 100 kegiatan fraktur multi-lapisan, dan 100 sumur pengembangan.
"Ketua kami memberi kami perintah untuk membuat 100 sumur eksplorasi, 100 inisiatif untuk fraktur multi-lapisan, juga 100 pengembangan, pengembangan tambahan dari penemuan eksplorasi 2-3 tahun dari sekarang," ungkapnya.
Pada bulan ini, sudah ada 63 sumur eksplorasi yang teridentifikasi, sehingga sisa 37 sumur yang harus dikejar. Kemudian, terdapat 52 sumur pengembangan yang sudah teridentifikasi sehingga sisanya 48 sumur, serta 51 kegiatan multi-stage fracturing yang sudah dilakukan sehingga sisanya tinggal 49 kegiatan.
Dengan demikian, SKK Migas pun meminta para kontraktor merasionalisasi kembali anggaran untuk 3 kegiatan tersebut. Pasalnya, dalam 2-3 tahun terakhir, anggaran yang digelontorkan kontraktor hanya 85-90 persen.
"Jadi, ada penyangga anggaran 10 persen hingga 15 persen yang harus kita selesaikan untuk program seperti triple 100 ini," kata Rikky.
Ditemui usai acara, Rikky menuturkan dalam WP&B tahun 2026 yang telah ditentukan, kontraktor telah berkomitmen melaksanakan 39 sumur eksplorasi. Namun, kini komitmen tersebut telah bertambah 24 sumur.
"Itulah tambahan yang kita lihat dari Januari sampai April. Ini kita minta supaya dekat dengan facilities terdekat supaya bisa terasa lah produksinya di 2026 lewat put on production," jelasnya.
Untuk mengantisipasi penambahan tersebut, dia meminta kontraktor menambah kapasitas teknologi hingga logistik, sehingga seluruh komitmen sumur eksplorasi dan pengembangan tersebut bisa rampung.
"Kami enggak ingin yang sudah contracted drilling rig yang ada di program 832 sama 39 terganggu. Makanya kita panggil provider teknologi tambah kapasitas, tambah logistik di sini," tandas Rikky.





