FAJAR, MAROS — Jelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah Sulsel menggelar zikir dan doa bersama.
Menariknya, sebab pelaksnaaan doa dan zikir bersama ini dipusatkan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, serta melibatkan seluruh daerah di Sulsel melalui sambungan daring atau zoom.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk mendukung kelancaran proses Armuzna, yang menjadi inti dari rangkaian ibadah haji.
“Alhamdulillah proses pemberangkatan haji, khususnya di Embarkasi Makassar, berjalan aman dan lancar. Insyaallah pada 9 Dzulhijjah, jemaah akan menuju ke Arafah untuk melaksanakan wukuf, dilanjutkan mabit di Muzdalifah dan Mina. Nah proses ini adalah puncak haji,” ungkapnya
Olehnya itu kata dia, pihaknya berinisiatif untuk melaksanakan doa dan zikir bersama agar proses penyelenggaraan haji khususnya di Armuzna dapat berjalan aman dan lancar.
“Supaya jemaah haji kita semua di sana bisa selamat menunaikan ibadah hajinya dan pulang ke tanah air dengan meraih haji mabrur,” jelasnya.
Diakuinya proses Armuzna ini merupakan kali pertama digelar.
“Jadi biasanya tahun-tahun kemarin sebelum proses pemberangkatan kita melakukan zikir bersama. Nah, ini tahun kita perkuat lagi karena puncak haji itu di Armuzna. Kita memohon kepada Allah, agar keselamatan para jemaah kita diberi keselamatan. Dan proses di Armuzna dapat berjalan lancar,” ungkapnya.
Diakuinya pelaksanaan Armuzna ini dipusatkan di Kabupaten Maros.
“Tahun ini Armuzna kita pusatkan di Kabupaten Maros. Alhamdulillah Kemenhaj Maros bersedia menjadi tuan rumah,” katanya.
Dia mengatakan doa dan zikir bersama ini diiktui seluruh daerah di Sulsel melalui Zoom.
“Jadi ini memang inisiatif dari Kemenhaj Maros. Dan luar biasa, saya apresiasi,” akunya.
Dia juga menjelaskan jika para jemaah haji mulai kembali ke tanah air tanggal 1 Juni 2026 mendatang.
“Insya Allah jemaah haji akan tiba di Embarkasi Makassar 1 Juni pukul 22.30,” katanya.
Sejauh ini kata dia, kondisi jemaah haji Sulsel dalm keadaan baik.
“Dari laporan teman-teman kloter, kondisi jemaah haji kita sangat baik. Meski ada beberapa juga yang dirujuk ke rumah sakit, tapi kami yakin dan percaya semua jemaah haji dilancarkan saat menuju Arafah nanti,”jelasnya.
Kami terus mengingatkan agar menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, serta memperbanyak doa menjelang Armuzna, sambungnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin, mengaku bersyukur sebab Maros dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
“Ini momen penting untuk menyambut Armuzna, dengan harapan seluruh jemaah, khususnya dari Sulsel dan Maros, dapat berangkat selamat, sehat, serta pulang meraih haji mabrur,” ungkapnya.
Dia juga memastikan kondisi jemaah asal Maros dalam keadaan sehat berdasarkan laporan petugas kloter.
“Alhamdulillah, laporan yang kami terima, jemaah dalam keadaan sehat walafiat. Kami terus mengingatkan agar tidak memaksakan diri dalam beribadah, menjaga kesehatan, dan memperbanyak doa menjelang Armuzna,” akunya.
Untuk jadwal kepulangan, jemaah haji asal Maros dijadwalkan tiba di tanah air pada 11 Juni sekitar pukul 14.20 Wita untuk kelompok terbang (kloter) 14. (rin)





