REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG BARAT — Sepekan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat melonjak. Bukan hanya itu, harga jualnya pun ternyata turut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan harga sapi itu diceritakan Gilang Ramadhan (17 tahun), peternak asal Kampung Babakan Cinta, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, KBB. Meski mengalami kenaikan harga, dia mengaku penjualan tetap stabil bahkan naik dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga
Sepekan Jelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban Melonjak
Setelah Cicadas dan Sukajadi, Kios PKL di Ruas Jalan Lainnya di Bandung Bakal Ditertibkan
Lulusannya Diburu Perusahaan, Alumni Prodi Bisnis Digital UNM Tembus Industri Kreatif
"Memang harga sapi tahun ini naik. Kayaknya penyebabnya dari harga daging, juga kondisi ekonomi di Indonesia saat ini ya. Naiknya Rp2 juta sampai Rp3 jutaan dari tahun kemarin," ungkap Gilang, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, kenaikan harga sapi terjadi hampir di seluruh jenis ternak yang dijual. Kenaikan itu dipengaruhi sejumlah faktor mulai dari harga daging hingga biaya pakan yang ikut melonjak hingga sapi impor.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Peningkatan dari tahun kemarin di kisaran 40 persen. Stok sapi yang tersedia di Gilang Berkah Farm mencapai sekitar 380 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 130 ekor yang sudah ter-booking 320 ekor," kata dia.
Gilang menuturkan, sapi yang dijual memiliki ukuran beragam mulai dari bobot 200 kilogram hingga lebih dari satu ton. Harga yang ditawarkan juga bervariasi menyesuaikan ukuran dan jenis sapi. Menurut dia, sapi berukuran besar seperti simental, limosin hingga jenis lainnya umumnya merupakan sapi hasil penggemukan khusus.