VIVA –Analisis citra satelit terbaru mengungkap kerusakan sejumlah instalasi militer Israel akibat serangan Iran dan Hizbullah. Analisis yang dipublikasikan oleh Soar ini menunjukkan adanya serangan terhadap beberapa pangkalan militer di wilayah pendudukan selama serangan balasan pertahanan terbaru Iran yang diberi nama Operasi True Promise 4, sebuah serangan yang diluncurkan Iran sebagai balasan atas serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Kemunculan laporan ini memunculman pertanyaan mengenai sejauh mana tingkat kerusakan yang kemungkinan disembunyikan Israel dari publik. Lantas seberapa parahnya? Mari kita ulas.
Melansir laman presstv.ir, Jumat 22 Mei 2026, berdasarkan gambar dari dari satelit Sentinel-2 menunjukkan bahwa Pangkalan Udara Ramat David terkena serangan di dua lokasi berbeda. Menurut analisis tersebut, salah satu area yang rusak diduga digunakan untuk kendaraan pendukung dan peralatan militer, sementara area kedua berfungsi sebagai titik pengisian bahan bakar dan layanan bagi jet tempur, infrastruktur penting bagi operasi udara Israel.
Citra itu juga menunjukkan adanya perubahan mendadak di dekat sebuah bangunan di pangkalan Mishar, fasilitas intelijen sinyal Unit 8200 yang berada dekat Safed. Analisis Soar mengindikasikan kemungkinan adanya serangan terhadap pangkalan tersebut antara 5 hingga 10 Maret. Gambar satelit tambahan memperlihatkan kerusakan pada sebuah posisi di Pangkalan Udara Nevatim yang tampak jelas pada 25 Maret. Pangkalan ini menjadi salah satu target utama dalam respons Iran terhadap agresi AS-Israel.
Selain itu, gambar-gambar tersebut mengungkap kebakaran besar di Camp Shimshon yang dimulai pada 10 Maret, hari yang sama ketika Hezbollah mengumumkan telah menyerang lokasi tersebut menggunakan kawanan drone. Menurut analisis itu, kebakaran berlangsung selama beberapa hari dan meluas hingga sekitar 200 meter di dalam pangkalan.
Perbandingan dengan gambar resolusi tinggi yang lebih lama dari tahun 2016, 2024, dan 2025 menunjukkan bahwa area yang rusak secara konsisten digunakan untuk kepentingan operasional, termasuk penempatan kendaraan militer dan persiapan logistik. Analisis tersebut mencatat bahwa pada gambar-gambar sebelumnya tidak terlihat vegetasi signifikan di area itu, yang menunjukkan bahwa kebakaran disebabkan oleh serangan terhadap area penting di dalam pangkalan, bukan akibat vegetasi yang terbakar.





