Ditutupi Israel, Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah Pangkalan Militer saat Diserang Iran

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Analisis citra satelit terbaru mengungkap kerusakan sejumlah instalasi militer Israel akibat serangan Iran dan Hizbullah.  Analisis yang dipublikasikan oleh Soar ini menunjukkan adanya serangan terhadap beberapa pangkalan militer di wilayah pendudukan selama serangan balasan pertahanan terbaru Iran yang diberi nama Operasi True Promise 4, sebuah serangan yang diluncurkan Iran sebagai balasan atas serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu. 

Kemunculan laporan ini memunculman pertanyaan mengenai sejauh mana tingkat kerusakan yang kemungkinan disembunyikan Israel dari publik. Lantas seberapa parahnya? Mari kita ulas.  

Baca Juga :
KSP Bilang 9 WNI yang Sempat Ditahan Israel Diperlakukan Baik
Presiden Kolombia Sebut Menteri Keamanan Israel Seperti Nazi

Melansir laman presstv.ir, Jumat 22 Mei 2026, berdasarkan gambar dari dari satelit Sentinel-2 menunjukkan bahwa Pangkalan Udara Ramat David terkena serangan di dua lokasi berbeda.  Menurut analisis tersebut, salah satu area yang rusak diduga digunakan untuk kendaraan pendukung dan peralatan militer, sementara area kedua berfungsi sebagai titik pengisian bahan bakar dan layanan bagi jet tempur, infrastruktur penting bagi operasi udara Israel.

Citra itu juga menunjukkan adanya perubahan mendadak di dekat sebuah bangunan di pangkalan Mishar, fasilitas intelijen sinyal Unit 8200 yang berada dekat Safed. Analisis Soar mengindikasikan kemungkinan adanya serangan terhadap pangkalan tersebut antara 5 hingga 10 Maret. Gambar satelit tambahan memperlihatkan kerusakan pada sebuah posisi di Pangkalan Udara Nevatim yang tampak jelas pada 25 Maret. Pangkalan ini menjadi salah satu target utama dalam respons Iran terhadap agresi AS-Israel.

Selain itu, gambar-gambar tersebut mengungkap kebakaran besar di Camp Shimshon yang dimulai pada 10 Maret, hari yang sama ketika Hezbollah mengumumkan telah menyerang lokasi tersebut menggunakan kawanan drone. Menurut analisis itu, kebakaran berlangsung selama beberapa hari dan meluas hingga sekitar 200 meter di dalam pangkalan.

Perbandingan dengan gambar resolusi tinggi yang lebih lama dari tahun 2016, 2024, dan 2025 menunjukkan bahwa area yang rusak secara konsisten digunakan untuk kepentingan operasional, termasuk penempatan kendaraan militer dan persiapan logistik. Analisis tersebut mencatat bahwa pada gambar-gambar sebelumnya tidak terlihat vegetasi signifikan di area itu, yang menunjukkan bahwa kebakaran disebabkan oleh serangan terhadap area penting di dalam pangkalan, bukan akibat vegetasi yang terbakar.

Baca Juga :
Momen Haru 9 WNI yang Ditangkap Israel Tiba di Istanbul, Disambut Langsung Konjen RI
9 WNI Bebas dari Tahanan Israel, Pemerintah Diminta Kawal Sampai Tiba di RI!
Mojtaba Khamenei Larang Uranium Iran Dibawa ke Luar Negeri

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rusia Gelar Latihan Nuklir Terbesar, Apa Artinya?
• 8 jam laludetik.com
thumb
Hary Tanoesoedibjo Ungkap Alasan MNC Group Ekspansi ke Bisnis Micro-drama Global
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Banten Siapkan 44 Arena dan Infrastruktur Lengkap untuk PON XXIII 2032 Bersama Lampung
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Cara Aktifkan Verifikasi 2 Langkah Akun e-Visa, Ini Langkah-langkahnya
• 22 jam laludetik.com
thumb
GPCI Terima Kasih ke Pemerintah dan DPR Bantu Pemulangan 9 WNI dari Israel
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.