Pencurian motor dengan modus penipuan berkedok lowongan kerja (loker) palsu terjadi di Surabaya. Modus operandinya, pelaku menggelar wawancara kerja fiktif dan menyikat motor korbanya yang merupakan pencari kerja saat interview berlangsung.
Bahkan dari sejumlah laporan yang diterima Suara Surabaya, aksi kejahatan ini diduga kuat dilakukan oleh pelaku yang sama sejak awal tahun lalu. Kasus terbaru, menimpa SA (23 tahun) pada, Selasa (19/5/2026) lalu.
SA menceritakan kalau naas yang menimpanya bermula saat dirinya menemukan tawaran pekerjaan sebagai petugas pengiriman barang melalui media sosial Instagram yang mencantumkan nama CV Cahaya Mandiri.
Setelah berkomunikasi, ia dijadwalkan bertemu dengan seorang pria yang mengaku bernama Novan untuk proses wawancara di kafe kawasan Manyarejo Surabaya, pada Selasa siang.
Namun, setibanya di lokasi sekitar pukul 14.41 WIB, pelaku langsung melancarkan modusnya. Kunci kontak beserta STNK Honda Scoopy warna cokelat dengan nopol L 4202 BR milik korban diminta dengan alasan harus dipasangi alat pelacak. Pelaku berkelakar supaya kinerja korban bisa dipantau perusahaan.
“Orangnya bilang, ‘kalau mau kerja harus dipakai kayak GPS itu di sepedanya buat mantau katanya’. Akhirnya diminta STNK sama kontak buat masang GPS sama anak-anak di bawah basement parkiran katanya,” ujar SA saat on air di Radio Suara Surabaya, Selasa petang.
Tak menaruh curiga, SA pun mengiyakan permintaan pelaku dan diminta untuk menunggu di dalam ruangan kafe tersebut. Tapi, korban mulai curiga setelah lebih dari sepuluh menit, pelaku tak kunjung kembali.
“Saya nunggu kok enggak balik-balik kembali lagi, akhirnya saya turun (ke basement), saya tanya-tanya ke orang, tiba-tiba enggak ada yang namanya Bapak Novan itu. Akhirnya saya laporan ke security, dan itu enggak ada yang atas nama Novan. Saya minta cek di CCTV-nya, akhirnya ketahuan (pelaku) bawa motor saya pergi,” ujarnya.
Adapun ciri-ciri pelaku, berperawakan tinggi dan memakai topi serta masker biru. “Putih, pakai topi, rambut tak terlalu panjang, baju biru, jalannya agak pincang,” urainya.
Terduga pelaku wawancara kerja fiktif yang mengambil motor milik SA di kafe daerah Manyar, Surabaya, Selasa (19/5/2026). Foto: Tangkapan Layar CCTV/ AM via WA SSTerkait langkah hukum, SA mengaku sudah mendatangi kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, penerbitan laporan resmi masih menunggu berkas jaminan fidusia karena status motor yang masih dalam masa cicilan menyisakan sembilan bulan lagi.
“Dari polisi tadi itu arahan suruh ke leasing dulu buat minta legalisir BPKB-nya dulu. Katanya polisi tadi suruh minta legalisir BPKB baru untuk penyerahan ke Polsek buat laporan,” kata Salman.
Modus serupa dilaporkan terjadi Februari lalu
Selain SA, kasus serupa ternyata juga dilaporkan menimpa pencari kerja lain pada 16 Februari lalu. Cerita itu disampaikan AM, seorang resepsionis sekaligus admin coworking space di kawasan Surabaya Barat beberapa hari dari laporan SA, tepatnya pada Jumat (22/5/2026) siang.
AM menceritakan saat itu pelaku yang diduga sama dengan yang menipu SA, menyewa salah satu ruangan di coworking space tempatnya bekerja untuk menggelar wawancara kerja fiktif. Saat itu, korbannya adalah seorang remaja fresh graduate asal Jawa Barat yang jauh-jauh datang ke Surabaya demi mencari nafkah.
“Ada korban datang yaitu sebagai yang diinterview, ternyata dibujuk disuruh pinjami motornya dan STNK-nya. Bilangnya sih dipinjam. Terus ternyata lama enggak kembali-kembali ternyata dicuri gitu,” ungkap AM saat on air di Radio Suara Surabaya, Jumat siang.
Ia menjelaskan, sebelum melancarkan aksinya, pelaku sempat memberikan keterangan yang berubah-ubah kepada dirinya maupun kepada korban untuk menghindari prosedur pemeriksaan kartu identitas.
Sementara berdasarkan pencocokan dari rekaman CCTV di kedua tempat kejadian, diduga kuat pelaku adalah orang yang sama. Ciri-ciri fisik yang digambarkan oleh SA identik dengan yang dilaporkan AM.
Terduga pelaku wawancara kerja fiktif yang mengambil motor korban pencari kerja di Coworking Space kawasan Surabaya Barat pada 16 Februari lalu. Foto: Tangkapan Layar CCTV/ AM via WA SSBahkan, AM yang melihat langsung dokumentasi foto pelaku dari kasus terbaru langsung membenarkan hal tersebut. “Iya sama persis. Oh ya cuma di saya, dia saya pakai kacamata itu. Sama persis bajunya juga sama, ciri–cirinya udah sama itu saya ingat sekali itu,” ujar AM.
Dia menambahkan, korban yang belum disebutkan identitasnya saat itu juga sudah diberikan pendampingan untuk melapor ke kantor polisi terdekat.
“Pihak korban juga udah berkoordinasi dengan pihak gedung, lalu udah diantar ke polisi langsung gitu. Tapi sampai saat ini saya belum tahu lagi kelanjutan informasinya,” ungkapnya.
AM memastikan tidak ada kejadian serupa selama periode Februari hingga Mei. Namun, ia mengatakan dari kejadian tersebut pihak tempatnya bekerja menyatakan dirugikan secara non materil, yakni terkait keamanan. (bil/iss)




