KSP Buka Layanan Hotline, Warga Bisa Mengadu via WhatsApp

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman membuat program "KSP Mendekat" sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyelesaikan masalah layanan publik secara cepat dan responsif.

Masyarakat yang ingin membuat pengaduan ke KSP bisa mengakses lewat nomor WhatsApp 0811-1933-3888.

"Sekarang di KSP ada KSP Mendekat, jadi bukan KSP Mendengar lagi. KSP Mendekat dengan nomor WhatsApp 0811-1933-3888," ungkap Dudung dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Gibran Panggil Dudung Bahas Perbaikan Masalah di BGN

Dudung mengatakan, program ini dibuat agar KSP lebih proaktif merangkul aspirasi masyarakat.

Layanan pengaduan berbasis WhatsApp ini diluncurkan untuk merespons dinamika dan kompleksitas permasalahan yang kerap bermuara di KSP.

Menurut dia, sejak menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, ia mendapati banyak sekali kendala koordinasi lintas sektor.

Baca juga: KSP Dudung Klaim Tak Ada Intimidasi-Ancaman ke Pengkritik Pemerintah

Beberapa kendala yang dimaksud kerap terjadi antara kementerian dengan pemerintah daerah, pemerintah daerah dengan masyarakat, antar-kementerian, hingga urusan internal pimpinan daerah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dudung pun berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mencari solusi atas permasalahan-permasalahan tersebut, sehingga beban penyelesaian tidak harus selalu sampai kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Persoalan-persoalan yang sebetulnya tuntas di tingkat menengah ini bisa kita selesaikan," kata mantan kepala staf TNI Angkatan Darat itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI Masih Tunggu Hasil Investigasi KNKT soal Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Mengapa Spesies Baru Anggrek Terus Ditemukan?
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Soal Pemulangan 9 WNI dari Turki, Kemlu: Masih Pemeriksaan Kesehatan
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Andik Vermansyah di Persimpangan: Antara ke Persebaya atau Ikuti Jejak Widodo C Putro ke PSIS Semarang
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Bertambah, Pendulang Emas Tewas Dibunuh OPM di Yahukimo Jadi 10 Orang
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.