Mengapa Spesies Baru Anggrek Terus Ditemukan?

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

 Kolaborasi peneliti dari berbagai lembaga kembali memperkaya catatan flora Indonesia dengan mendokumentasikan 10 rekaman baru anggrek dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Lankesteriana itu memperluas peta persebaran anggrek Nusantara sekaligus menunjukkan bahwa sebagian kekayaan biodiversitas Indonesia masih belum terungkap sepenuhnya.

Keistimewaan anggrek Indonesia juga tecermin dari ditemukannya Paphiopedilum Memoria Jakob Oetama, anggrek hibrida yang menggabungkan spesies asal Papua dan Sumatera. Dari Batang Toru hingga Raja Ampat, berbagai temuan terus menegaskan Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman anggrek dunia. Mengapa spesies baru anggrek terus ditemukan dan apa maknanya bagi upaya konservasi?

Apa yang dapat dipelajari dari artikel ini?

1.Mengapa Indonesia menjadi salah satu pusat keanekaragaman anggrek dunia?

2.Mengapa spesies baru anggrek masih terus ditemukan?

3.Bagaimana ilmuwan memastikan bahwa suatu anggrek merupakan spesies baru?

4.Mengapa anggrek memiliki nilai penting bagi Indonesia, bukan hanya sebagai tanaman hias?

 5.Bagaimana penelitian, herbarium, dan kebun raya membantu mengungkap kekayaan anggrek Indonesia?

Mengapa Indonesia menjadi salah satu pusat keanekaragaman anggrek dunia?

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan anggrek terbesar di dunia. Para peneliti memperkirakan terdapat sekitar 5.000 jenis anggrek di Indonesia dari total 20.000-30.000 jenis yang dikenal secara global. Jumlah itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat biodiversitas anggrek dunia.

Kekayaan tersebut didukung oleh kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan tropis. Curah hujan tinggi, kelembaban udara yang relatif stabil, dan suhu hangat sepanjang tahun menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan berbagai jenis anggrek, baik yang hidup menempel pada pohon maupun yang tumbuh di tanah.

Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan kawasan Wallacea menjadi kantong penting keanekaragaman anggrek dunia.

Bentang alam Indonesia yang sangat beragam juga menyediakan habitat yang nyaris tak terbatas. Anggrek dapat ditemukan di hutan dataran rendah, rawa, lereng pegunungan, hutan lumut, hingga kawasan karst. Setiap habitat membentuk spesies dengan karakteristik dan adaptasi yang berbeda-beda.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga mengalami proses isolasi geografis yang panjang. Pulau-pulau yang terpisah oleh laut dan pegunungan melahirkan banyak spesies endemik yang tidak ditemukan di wilayah lain. Karena itu, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan kawasan Wallacea menjadi kantong penting keanekaragaman anggrek dunia.

Baca Juga10 Spesies Anggrek Baru Berhasil Didokumentasikan, Dua dari Semeru
Mengapa spesies baru anggrek masih terus ditemukan?

Penemuan spesies dan rekaman baru anggrek terus terjadi karena kekayaan biodiversitas Indonesia belum seluruhnya terdokumentasi. Bukti terbaru muncul pada Mei 2026 ketika kolaborasi peneliti dari BRIN, Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara, Universitas Samudra, dan sejumlah lembaga lain berhasil mendokumentasikan 10 rekaman baru anggrek Indonesia dari sejumlah pulau.

Temuan itu bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Sebelumnya, survei di Ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara, mencatat 224 jenis anggrek dari 78 marga dan mengindikasikan tujuh spesies yang diduga baru bagi ilmu pengetahuan. Di Raja Ampat, peneliti juga menemukan subspesies baru anggrek serta mengidentifikasi spesies yang lama tidak pernah dijumpai kembali.

Menurut peneliti BRIN, potensi biodiversitas anggrek Indonesia masih sangat besar, terutama di kawasan Wallacea dan wilayah timur Indonesia. Banyak kawasan hutan yang belum pernah dieksplorasi secara intensif sehingga masih berpotensi menyimpan spesies yang belum dikenal.

Yang ditemukan sebenarnya bukan spesies yang baru muncul, melainkan spesies yang baru diketahui atau baru tercatat keberadaannya melalui penelitian ilmiah. Selama eksplorasi lapangan terus dilakukan dan kawasan hutan tropis masih terjaga, peluang menemukan spesies atau rekaman baru anggrek akan tetap terbuka lebar.

Baca JugaSpesies Baru Anggrek Diidentifikasi di Raja Ampat, Status Kritis  
Bagaimana ilmuwan memastikan bahwa suatu anggrek merupakan spesies baru?

Penentuan spesies baru dilakukan melalui proses ilmiah yang panjang dan ketat. Peneliti terlebih dahulu mengumpulkan spesimen di lapangan lalu mendokumentasikan seluruh bagian tumbuhan, mulai dari akar, batang, daun, bunga, hingga buah.

Karakter morfologi tersebut kemudian dibandingkan dengan spesimen yang tersimpan di berbagai herbarium nasional dan internasional. Perbedaan bentuk bunga, ukuran, warna, struktur daun, dan bagian reproduksi menjadi petunjuk utama untuk menentukan identitas suatu spesies.

Dalam banyak kasus, peneliti menggunakan istilah cf atau confer pada tahap awal identifikasi. Istilah ini menunjukkan bahwa spesimen memiliki kemiripan dengan spesies tertentu, tetapi masih memerlukan penelitian lanjutan sebelum dapat dipastikan statusnya.

Setelah melalui perbandingan, verifikasi, dan publikasi ilmiah, barulah spesimen dapat diusulkan sebagai spesies baru. Tidak jarang proses tersebut memerlukan waktu bertahun-tahun karena harus melalui telaah sejawat dan pengakuan komunitas ilmiah internasional.

Baca JugaJakob Oetama Jadi Nama Anggrek Hibrida Baru
Mengapa anggrek memiliki nilai penting bagi Indonesia, bukan hanya sebagai tanaman hias?

Bagi ilmu pengetahuan, anggrek merupakan salah satu indikator penting kekayaan biodiversitas suatu wilayah. Setiap penemuan baru membantu ilmuwan memahami evolusi tumbuhan, persebaran spesies, serta hubungan ekologis dalam suatu ekosistem.

Dari sisi ekonomi, anggrek memiliki nilai komersial tinggi. Budidaya, pameran, perdagangan tanaman hias, hingga pengembangan varietas hibrida telah menjadi sumber pendapatan bagi banyak pelaku usaha di berbagai daerah. Popularitas anggrek juga relatif stabil dibandingkan banyak tanaman hias lain yang mengikuti tren sesaat.

Anggrek juga memiliki makna budaya yang kuat. Nama sejumlah tokoh nasional diabadikan menjadi nama anggrek sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusinya. Tradisi ini telah berlangsung lama dan menjadi bagian dari sejarah perkembangan anggrek di Indonesia.

Salah satu contoh terbaru adalah Paphiopedilum Memoria Jakob Oetama yang resmi terdaftar di Royal Horticultural Society, Inggris. Anggrek hibrida hasil persilangan spesies asal Papua dan Sumatera itu bukan hanya indah secara morfologi, tetapi juga mengandung simbol persatuan Nusantara. Dalam konteks yang lebih luas, anggrek juga sering digunakan sebagai medium diplomasi dan persahabatan antarnegara.

Baca JugaAnggrek, Nama untuk Ketekunan hingga Persahabatan Antarnegara
Bagaimana penelitian, herbarium, dan kebun raya membantu mengungkap kekayaan anggrek Indonesia?

Penemuan spesies baru tidak mungkin terjadi tanpa dukungan lembaga penelitian, herbarium, dan kebun raya. Ketiga unsur ini bekerja saling melengkapi, mulai dari eksplorasi lapangan, identifikasi ilmiah, hingga konservasi jangka panjang.

Eksplorasi lapangan memungkinkan peneliti menemukan spesimen baru dari habitat alaminya. Namun, identifikasi tidak berhenti di lapangan. Spesimen harus dibandingkan dengan koleksi herbarium yang menyimpan catatan tumbuhan dari berbagai wilayah dan periode waktu. Karena itu, kajian herbarium kini menjadi salah satu kunci penting dalam mengungkap biodiversitas Indonesia.

Peneliti BRIN menegaskan bahwa eksplorasi lapangan dan kajian koleksi herbarium perlu terus diperkuat untuk memperkaya data biodiversitas nasional. Banyak spesimen yang baru dapat dikenali sebagai catatan baru atau bahkan spesies baru setelah dibandingkan dengan koleksi ilmiah yang telah tersimpan sebelumnya.

Peran tersebut kemudian dilengkapi oleh kebun raya. Kebun Raya Bogor, misalnya, memiliki koleksi anggrek terbesar di negara tropis dengan sedikitnya 421 jenis anggrek dari 92 marga yang telah teridentifikasi. Melalui fasilitas konservasi, seperti Rumah Kaca Anggrek Soedjana Kassan, ribuan koleksi anggrek spesies maupun hibrida dirawat, diteliti, dan diperkenalkan kepada masyarakat. Dengan kombinasi eksplorasi, dokumentasi, penelitian, dan konservasi inilah kekayaan anggrek Indonesia terus terungkap sekaligus dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Baca JugaBunga Bangkai dan Anggrek Kebun Raya Bogor

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kacau! Model Cantik Penyebar Hoaks Dibacok Begal Ternyata Cuma Bisulnya Pecah
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Internet Diubah Menjadi Privilege, Hanya Bisa Dinikmati Oligarki di Iran
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Simak lagi warta soal Latihan Pestapora, insentif kendaraan listrik
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Jelang Iduladha, 275 Sapi Asal Kupang Tiba di Tanjung Priok
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aksi Damkar Depok Sepekan: Bantu 2 Pria Lepas Cincin & Ritsleting dari Kelamin
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.