Alfamart & Kemendikdasmen Teken MoU Perkuat Mutu Guru di 229 Mitra SMK

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Alfamart dan Alfamidi menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam penguatan skema link and match antara dunia pendidikan vokasi dan industri ritel modern. Kerja sama ini turut melibatkan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata (Bispar).

Kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Human Capital Director Alfamart & Alfamidi Tri Wasono Sunu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin, serta Kepala BBPPMPV Bispar Nana Halim, di Kantor BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, Kamis (21/5/2026).

Fokus kerja sama ini adalah penguatan skema link and match antara dunia pendidikan vokasi dan industri ritel modern, khususnya penguatan kompetensi guru kelas industri Alfamart Class & Alfamidi Class.

Alfamart Class & Alfamidi Class merupakan program pendidikan vokasi yang kini bermitra dengan 229 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di 23 provinsi dengan total 16.700 siswa aktif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.100 lulusan telah terserap langsung menjadi bagian dari karyawan Alfamart dan Alfamidi dengan kompetensi dan kualitas yang berbeda dari lulusan non kelas industri ini.

Dengan adanya kerja sama antara Alfamart, Alfamidi dan BBPPMPV Bispar, disepakati sejumlah agenda strategis antara lain sinkronisasi kurikulum Alfamart Alfamidi Class, penguatan kompetensi guru lewat skema Training for Trainer (TFT), pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta uji kompetensi sebagai tolok ukur kesiapan pengajar dan lulusan.

Penguatan Peran Guru untuk Siswa Vokasi

Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi, Tri Wasono Sunu, menjelaskan sejak diluncurkan pada 2009 lalu di SMK PGRI 3 Malang, program kelas industri ini telah meluluskan ribuan siswa yang langsung terserap menjadi karyawan Alfamart dan Alfamidi tanpa melalui seleksi tambahan.

Ia menambahkan komitmen kerja sama ini semakin menguatkan peran para pengajar di program Alfamart-Alfamidi Class, yang tercatat saat ini 1.373 Guru Produktif mengajar di sekolah mitra.

“Pelatihan manajemen ritel akan diberikan langsung oleh para profesional Alfamart-Alfamidi, dan nantinya mereka mendapat sertifikasi yang dikeluarkan resmi oleh Alfamart-Alfamidi dan BBPPMPV Bispar," jelasnya.

Kolaborasi ini juga memberi ruang bagi guru untuk merasakan langsung proses bisnis di gerai Alfamart dan Alfamidi, sehingga materi yang diajarkan di kelas benar-benar selaras dengan kebutuhan industri ritel modern.

“Melalui kemitraan strategis dengan BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata di tahun 2026 ini, kami tidak ingin pelatihan guru hanya menjadi sekadar formalitas di atas kertas saja. Kami mendesain program ini secara komprehensif melalui metode Blended Learning dan Action Learning yang terukur,” imbuh Sunu.

Pelatihan guru dalam program ini mengadopsi skema terintegrasi yang dibagi dalam empat tahapan. Pertama, pembelajaran daring selama dua hari. Kedua, simulasi kelas secara luring selama tiga hari di learning center Alfamart-Alfamidi. Ketiga, magang industri langsung di gerai selama 10 hari. Keempat, asesmen dan sertifikasi resmi, mulai rentang periode Mei hingga Agustus 2026 mendatang.

Kepala BBPPMPV Bispar, Nana Halim, menegaskan visi kedua lembaga dalam kerja sama ini yakni meningkatkan kompetensi pengajar dan lulusan SMK mitra Alfamart Class. Kolaborasi ini, paparnya, bertujuan untuk menciptakan keselarasan kompetensi atau link and match antara pendidikan SMK dengan kebutuhan industri khususnya ritel modern.

“Secara keseluruhan materi ini dilaksanakan sebanyak 150 jam pelajaran yang difasilitasi oleh praktisi dari manajemen Alfamart,” jelas Nana.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyambut baik kemitraan ini sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memajukan pendidikan vokasi. Menurutnya, peran guru sangat penting dalam pendidikan pola pikir dan membentuk kompetensi peserta didiknya di program vokasi khususnya Alfamart Class.

“Fleksibilitas dan keragaman materi yang didapatkan di pelatihan ini betul-betul bisa sesuai, untuk itu saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan penuh komitmen, dan kerja keras yang tinggi,” tuturnya.

Tatang juga menyampaikan peran guru dapat dioptimalkan sebagai pionir yang memiliki kedekatan serta kemampuan untuk membentuk transformasi pola pikir dan kompetensi siswa vokasi. Sederhananya, kebiasaan peserta didik saat ini tentu akan berbeda ketika mereka nantinya memasuki dunia industri.

“Karena itu, peran para pengajar menjadi sangat penting dalam membangun mentalitas serta kompetensi anak didik,” katanya saat memberikan pemaparan di hadapan para peserta guru Alfamart Class yang diselenggarakan secara hybrid.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika Wasit Pun Ikut Bermain
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Wamendagri Bima Apresiasi SAPA UMKM sebagai Langkah Penguatan Ekosistem Usaha
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Andre Rosiade Tengok Jemaah Haji Sumbar di Makkah, Serap Aspirasi dan Berbagi
• 2 jam laludetik.com
thumb
Menlu AS Ancam Akan Ubah Sistem Komunis di Kuba
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Bea Cukai dan BAIS TNI Bongkar Sindikat Produksi Pita Cukai Ilegal Serta Mesin Cetak di Jawa Tengah, Jepara dan Semarang
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.