Harga CPO Rebound, Bersiap Putus Tren Pelemahan 3 Pekan Berturut-turut

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) rebound pada Jumat (22/5/2026), didorong aksi beli murah setelah harga sebelumnya jatuh tajam.

Harga CPO Rebound, Bersiap Putus Tren Pelemahan 3 Pekan Berturut-turut. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) rebound pada Jumat (22/5/2026), didorong aksi beli murah setelah harga sebelumnya jatuh tajam menyusul pengumuman sistem pemantauan ekspor baru dari Indonesia awal pekan ini.

Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,65 persen menjadi 4.487 ringgit Malaysia per ton pada 15.45 WIB.

Baca Juga:
Dolar Masih Perkasa, Rupiah Ditutup Lesu ke Rp17.716 per USD

Secara mingguan, kontrak tersebut sejauh ini mencatat kenaikan 1,56 persen dan berada di jalur penguatan mingguan pertama setelah tiga pekan berturut-turut melemah.

Kepala Riset Komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, mengatakan, dikutip Reuters, penguatan harga didorong aksi bargain hunting serta koreksi naik setelah penurunan tajam sebelumnya.

Baca Juga:
RATU Siap Masuk Blok Madura Strait setelah Kantongi Restu Pemegang Saham

Sementara pelaku pasar masih menunggu kejelasan terkait sistem pemantauan ekspor baru Indonesia.

Menurut dia, pasar khawatir Indonesia akan mendorong ekspor minyak sawit lebih besar sebelum sistem baru tersebut sepenuhnya diterapkan, sehingga membatasi ruang kenaikan harga.

Baca Juga:
Sambut Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat 1,10 Persen ke 6.162

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,85 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa tersebut melemah 1,65 persen. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,35 persen.

Harga minyak sawit biasanya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing dalam pangsa pasar minyak nabati global.

Harga minyak dunia naik pada Jumat, namun masih berada di jalur pelemahan mingguan karena investor meragukan peluang tercapainya terobosan dalam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Industri minyak sawit Malaysia juga mencermati rencana Indonesia untuk memusatkan ekspor sejumlah komoditas utama, termasuk minyak sawit.

Pejabat Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada Kamis mengatakan kebijakan tersebut berpotensi mengganggu sementara arus ekspor dan membebani sentimen pasar selama masa transisi.

Sementara itu, survei kargo menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1-20 Mei turun antara 13,9 persen hingga 20,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Geledah Sejumlah Tempat di Jakarta-Kalbar Terkait Kasus IUP Bauksit
• 18 jam laludetik.com
thumb
Surplus Beras Hampir 4 Juta Ton, Pemerintah Sikat Mafia Pangan Demi Margin Petani
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Video: Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Bisa Menguat ke Rp 15.000/USD
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 22 Mei 2026: Asmara Taurus Memanas, Karier Sagitarius Melesat
• 4 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.