Pasar Saham RI Rebound, IHSG Ditutup Naik 1,10% ke 6.162 pada Jumat (22/5)

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,10% atau 67,11 poin ke 6.162,05 pada perdagangan hari ini, Jumat (22/5/2026). Penguatan ini menjadi yang pertama kali usai sepanjang pekan indeks komposit selalu ditutup di zona merah.

Melansir IDX Mobile, perdagangan hari ini mencatat total transaksi sebesar 37,45 miliar dengan nilai Rp20,16 triliun. Sebanyak 466 saham ditutup menguat, 271 melemah dan 222 tidak berubah.

Level indeks komposit ini mencerminkan koreksi 8,35% dalam sepekan terakhir, atau telah ambles 18,48% dalam sebulan terakhir. Kini kapitalisasi pasar menjadi Rp10.634 triliun.

Saham dengan kapitalisasi pasar terbesar, BBCA ditutup melemah 0,64% ke Rp5.900. Saham big banks lainnya juga terpantau melemah. BMRI koreksi 1,20% ke Rp4.120 dan BBNI terkoreksi 0,53% ke Rp3.780. Di sisi lain, saham BBRI ditutup menguat 0,99% ke Rp3.050, BNLI melejit 8,01% ke Rp3.100.

Sementara itu, sejumlah saham big caps lainnya terpantau menguat. Saham DCII ditutup naik 1,58% ke Rp193.000, saham MORA naik 3,08% ke Rp6.700, BRPT menguat 4,90% ke Rp1.605, PANI tumbuh 4% ke Rp7.800, hingga ADRO yang ditutup menguat 6,33% ke Rp2.350.

Tim riset Philip Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa sentimen pasar saat ini tertuju pada kondisi konflik Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat. Optimisme kesepakatan damai kedua negara membuat mayoritas indeks saham Asia menguat, termasuk Indonesia.

Baca Juga

  • Saham TOBA Tertekan IHSG hingga Badan Ekspor, Peluang Re-rating?
  • IHSG Terangkat ke Zona Hijau, Harga Saham Emiten Batu Bara Mulai Pulih
  • Tekanan Saham Big Caps, IHSG Rawan Uji Level Psikologis 6.000 Hari Ini (21/5)

"Investor menimbang upaya diplomatik antara AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan damai di Timur Tengah. Beredar kabar bahwa kesepakatan antara AS dan Iran telah tercapai melalui mediasi Pakistan," ujar analis, Jumat (22/5/2026).

Walau demikian, investor masih wait and see menunggu kejelasan kabar tersebut. Pasalnya, sengketa pungutan biaya Selat Hormuz masih memanas.

Dari Asia, data memperlihatkan inflasi di Jepang turun tipis menjadi 1,4% YoY di bulan April dari 1,5% YoY di bulan sebelumnya. Harga bahan makanan naik dengan laju yang paling lambat dalam paling tidak 18 bulan terakhir di tengah penurunan lebih lanjut pada harga beras.

"Dari dalam negeri, investor mengantisipasi rilis data Neraca Pembayaran atau Balance of Payments atau BOP," tulis analis.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Membanggakan, Jay Idzes Bukan Cuma Pelengkap, Dipuji Habis-habisan Bos Besar Sassuolo
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Penumpang Transjabodetabek Meningkat, Rute UI-Lebak Bulus Paling Populer
• 2 jam laludetik.com
thumb
Oky Pratama Beberkan Kondisi Nikita Mirzani Usai Jalani Operasi Tulang Belakang dan Leher
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Hore! Bansos Pangan Beras & Minyak Goreng Diperpanjang hingga Juni 2026
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
KNKT Ungkap Jeda Tabrakan Maut di Stasiun Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.