TABLOIDBINTANG.COM - Bintang film Dosa: Penebusan atau Pengampunan, Ratu Sofya bermasalah dengan pihak rumah produksi, HAS Pictures. Sang aktris mengaku tidak nyaman saat menjalani adegan panas di film tersebut dan enggan melakukan promo atas film yang diproduseri Irish Bella.
Dalam sebuah podcast yang sempat ramai di media sosial, Ratu Sofya mengaku dipaksa bahkan menyebut tidak adanya body double selama pengambilan adegan seks.
Soal kisruh tersebut, produser sekaligus aktor Reza Aditya mewakili HAS Pictures buka suara. Reza menegaskan pihak produksi tidak pernah menerima keluhan apa pun dari Ratu sejak awal proyek dimulai.
“Saudari RS ini bilang dia kurang nyaman dengan film ini. Padahal dari awal proses casting sampai syuting, beliau didampingi keluarga dan terlihat sangat fun di lokasi,” ungkap Reza Aditya dalam jumpa pets di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (21/5).
Menurut Reza, adegan intim dalam film memang ada, tetapi dibuat sesuai kebutuhan cerita dan tidak bertujuan mengeksploitasi tubuh pemain.
“Memang ada sex scene, tapi bukan untuk sensasi. Ada filosofi dan cerita yang ingin disampaikan dalam film ini,” jelas Reza Aditya.
Reza juga memastikan proses produksi dilakukan dengan batasan tertentu dan tidak mengarah pada unsur pornografi. Karena itu, pihak rumah produksi merasa terkejut ketika mendengar pernyataan Ratu Sofya dalam podcast yang kemudian viral.
Konflik semakin memanas setelah HAS Pictures melayangkan somasi kepada Ratu Sofya terkait kewajiban promosi film. Pihak produksi menganggap sang aktris belum memenuhi komitmennya sebagai pemeran utama.
Kuasa hukum HAS Pictures, Taqwa Taufani menyebut pihaknya sudah mencoba membuka ruang komunikasi dengan Ratu melalui pertemuan resmi yang turut dihadiri pengacaranya. Namun hingga kini belum ditemukan titik temu.
“Kami meminta yang bersangkutan segera menjalankan kewajibannya untuk melakukan promosi, baik secara pribadi melalui media sosial maupun mengikuti jadwal yang sudah diberikan perusahaan,” pungkas Taqwa Taufani.




